Amien Rais: Hasil Survei Diam-Diam, Prabowo Menang 57%

Amien Rais (Suara.com)
17 April 2019 14:45 WIB Uli Febriani/Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Seusai mencoblos, Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais memberikan pernyataannya. Amien Rais meyakini suara paslon nomor 02 Prabowo-Sandi tembus lebih dari 57% di tingkat nasional.

Keyakinan ini didasarkan Amien dari hasil survei yang telah dilakukan timnya secara diam-diam.  "Kita lihat saja hasilnya," tuturnya,  seusai mencoblos di TPS 123 Condongcatur, Rabu (17/4/2019), sebagaimana dilaporkan wartawan Harian Jogja jaringan JIBI.

Amien Rais yang juga Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi menyebut hasil survei Prabowo-Sandi bakal meraih suara 57 persen secara nasional. Survei itu disebutnya dilakukan oleh tim internal BPN. 

"Kita juga survei sendiri, diam-diam, dan insya Allah kita di antara 57 persen. Nanti lihat saja hasilnya," kata Amien sebagaimana dikutip Detik.com.

Survei eksternal merupakan survei pesanan. "Jadi mohon maaf, survei-survei yang 'dibayar' pemerintah, itu memang masuk akal kalau kemudian membuat hasil hasil-hasil yang agak cukup memuaskanlah, gitu ya. Ada 20 persen, 25 persen," ujarnya.

People Power

Ia menambahkan, di masa sekarang, people power yang paling enteng adalah senjata milik rakyat yaitu telepon genggam. Sehingga tidak perlu lagi turun ke jalan untuk demonstrasi.

"Kalau terbukti ada kecurangan yang measurable, terukur ya, sistematik, ada grand design dan masif, nanti tentu ada perhitungan," ucapnya.

People power ini juga tidak akan menimbulkan tetesan darah, tambahnya. Ia mengingatkan, masyarakat jangan pernah lupa dengan people power bisa hilangkan dwi fungsi ABRI [TNI], people power membuat otonomi daerah dinikmati sluruh anak bangsa. Maka, ia meminta jangan mengartikan people power sebagai perang.

"Anak bangsa berkelahi, enggak. People power itu jeritan rakyat memperbaiki yang salah. 'Hei ada sesuatu yang tidak benar, tolong diperbaiki', kan gitu ya," ungkapnya.

Amien berharap, Pemilu 2019 merupakan Pemilu yang transparan dan tidak ada kecurangan.

"Walaupun lho di luar negeri, mungkin karena jauh dari Indonesia, jangan lupa. Tapi saya berkhusnuzan [berpikir positif], mudah-mudahan lah ya," ucapnya.