Caleg Sragen Meninggal di Wonogiri, Polisi Periksa Seorang Wanita

Sugimin, caleg petahana DPRD Sragen (Facebook Sugimin)
17 April 2019 12:45 WIB Rudi Hartono/Suharsih Nasional Share :

Solopos.com, WONOGIRI -- Aparat Satreskrim Polres Wonogiri menemukan indikasi keterlibatan seorang perempuan asal Wonogiri dalam kasus kematian calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen asal Partai Golkar, Sugimin.

Perempuan berinisial N berusia 30-40 tahun tersebut saat ini masih diperiksa secara intensif di Mapolres Wonogiri. Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, membenarkan polisi sudah menemukan satu orang yang diduga kuat erat kaitannya dengan kematian Sugimin.

Namun, AKP Aditia belum bisa memastikan apa hubungan antara perempuan itu dengan Sugimin. "Dia perempuan warga Wonogiri, tidak ada hubungan kekerabatan. Soal hubungannya apa masih didalami, ini masih diperiksa intensif," jelas AKP Aditia saat ditemui Solopos.com di Mapolres Wonogiri, Rabu (17/4/2019).

Saat ditanya apakah ada motif politik di balik kematian Sugimin, AKP Aditia mengatakan sejauh ini belum menemukan indikasi ke arah itu, melainkan hanya masalah pribadi. Polisi juga masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari proses autopsi jenazah Sugimin di RSUD dr. Moewardi Solo, terutama pemeriksaan organ dalam pencernaan.

AKP Aditia meyakini akan menemukan penyebab kematian Sugimin dari hasil pemeriksaan laboratorium itu. Sementara soal status N, menurut AKP Aditia, akan ditentukan melalui gelar perkara yang akan dilakukan secepatnya.

Kasatreskrim juga mendalami kemungkinan adanya keterlibatan orang lain selain N dalam kasus ini. Indikasi ke arah itu cukup kuat berdasar keterangan sementara dari N.

Sebagaimana diinformasikan, Sugimin ditemukan dalam kondisi sakit di depan ruko dekat SMPN 1 Wonogiri di wilayah Wonogiri kota, Senin (15/4/2019). Caleg petahana DPRD Sragen asal Masaran itu kemudian dibawa ke RSUD dr. Soediran Mangun Sumarso dan meninggal dunia pada Selasa (16/4/2019) dini hari. 

Keluarga Sugimin mencurigai kematian caleg tersebut tidak wajar. Ada banyak kejanggalan terkait kematian pria berusia 51 tahun itu. Karena itulah keluarga meminta jenazah Sugimin diautopsi.