Karya Monumental Dynand Fariz Sang Maestro National Costume dari Jember Fashion Carnaval

Dynand Fariz, Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC). (Instagram/officialputeriindonesia)
17 April 2019 13:00 WIB Chelin Indra Sushmita Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Maestro national costume, Dynand Fariz, meninggal dunia, Rabu (17/4/2019), pagi, membuat dunia fashion berduka. Pria berusia 55 tahun itu dikenal sebagai Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) yang karyanya mendunia.

Dihimpun dari  berbagai sumber, pria kelahiran Jember, Jawa Timur, 23 Mei 1963 itu tercatat sebagai salah satu pioner Jember Fashion Carnaval yang digelar sejak 2003. Selain itu, Dynand Fariz merupakan sosok kreatif di balik kesuksesan para putri Indoneia yang meraih penghargaan best national costume di kontes kecantikan dunia.

Karya Dynand Fariz sempat mencuri perhatian di panggung Miss Universe, Miss International, dan Miss Supranational. Elvira Devinamira meraih penghargaan best national costume di Miss Universe 2014 berkat kostum The Cronichle of Borobudur karya Dynand Fariz.

Di tahun yang sama, Lily Estelita berhasil menyabet penghargaan serupa di ajang Miss Supranational 2014 berkat busana rancangan Dynand Fariz bertajuk Warrior Princess of Borneo. Busana rancangan Dynand Fariz juga menjadi best national costume Miss International 2014 yang dipakai Elfin Pertiwi.

Pada 2015, busana Dynand Fariz bertajuk Mystical Toraja yang dipakai Gresya Amanda berhasil mempertahankan gelar best nastional costume di Miss Supranational. Selanjutnya, giliran Ariska Putri Pertiwi yang sukses memukau juri Miss Grand Internaational 2016 dengan kostum Royal Sigokh rancangan Dynand Fariz.

Terakhir, busana  rancangan Dynand Fariz bertajuk The Sacred Hudoq juga menjadi salah satu pemenang best national costume di ajang Miss Supranational 2018. Busana tersebut dipakai oleh Wilda Octaviana Situngkir yang juga menyabet juara keempat Miss Supranational 2018.

Dynand Fariz memang memiliki ketertarikan di dunia mode sejak masih remaja. Dia pernah menempuh pendidikan di sekolah mode ESMOD Jakarta dan ESMOD Paris. Namaya mulai dikenal setelah sukses menggelar Jember Fashion Carnaval sebagai acara fashion tahunan yang unik.

Jember Fashion Carnaval adalah karnaval busana tahunan di Jember, Jawa Timur. Pergelaran busana ini memiliki cat walk terpanjang sekitar 3,6 kilometer. Adapun yang dipakai sebagai cat walk adalah jalan protokol di Jember.