KKG dan MGMP PAI Belum Maksimal, Ini Penyebabnya

Ilustrasi guru (Reuters/Brian Snyder)
17 April 2019 05:00 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, SOLO – Kelompok Kerja Guru (KKG) dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) adalah organisasi mandiri yang bersentuhan langsung dengan guru dan keberadaannya sangat strategis dalam peningkatkan profesionalitas Guru Pendidikan Agama Islam (GPAI).

Hasil penelitian Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan Kementerian Agama RI tentang Efektivitas MGMP dalam Peningkatan Profesionalitas Guru, sebanyak 85% responden menyatakan sangat membutuhkan keberadaan KKG dan MGMP.

Hal ini dikarenakan MGMP sangat efektif sebagai wadah dalam meningkatkan profesionalisme, bisa meningkatkan kemampuan akademik, meningkatkan kompetensi dalam mengajar, dan menumbuhkan semangat guru dalam proses belajar mengajar. Melalui MGMP, guru bisa mendapatkan pengalaman dan pembelajaran dari para anggotanya.

Namun tidak semua KKG dan MGMP PAI bisa mengembangkan diri menjadi institusi atau organisasi guru yang mampu berdiri sendiri (mandiri) baik secara finansial maupun menentukan arah kegiatan. Hanya beberapa dari sekian pengurus yang mampu melihat dan meraih peluang untuk mengembangkan organisasi dan anggota. Sebagian lainnya menjadi penunggu dari program Kemenag atau Dinas bila ada. Dan itu pun bila mendapat undangan. Bahkan kadang terjadi, kegiatan KKG atau MGMP PAI sendiri berada pada kondisi “la yahya wa la yamuut, mati segan hidup tak mau”.

Kondisi ini memang terjadi dan membutuhkan treatment yang tepat. Program menghidupkan kembali (revitalisasi) peran dan fungsi KKG dan MGMP PAI menjadi relevan untuk dilaksanakan dalam rangka mengoptimalkan peran dan fungsi KKG dan MGMP PAI bagi pengembangan profesionalitas guru PAI.

Melihat fungsi strategis KKG dan MGMP PAI terhadap posisi guru, maka menjadi penting untuk penguatan organisasi KKG dan MGMP PAI . Sebab realitasnya kondisi KKG atau MGMP PAI tidak memiliki elan vital (spirit) untuk menggerakkan potensi dirinya sebagai organisasi dan sebagai pelayan bagi kepentingan guru.

Padahal salah satu objektif dari keberadaan KKG dan MGMP PAI adalah untuk meningkatkan kemampuan guru dalam merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi pembelajaran (pakem) atau meningkatkan profesionalitas guru.

Masih banyak problematika yang dihadapi KKG dan MGMP PAI, seperti belum optimalnya peran KKG dan MGMP PAI dalam mewadahi, menjembatani komunikasi antar guru PAI di semua jenjang. Belum optimalnya fungsi KKG dan MGMP PAI dalam upaya meningkatkan profesionalitas dan wawasan guru PAI, belum ada arah yang jelas dalam memberikan layanan terhadap guru PAI sebagai anggotanya. Belum ada pendampingan yang maksimal terhadap KKG atau MGMP PAI dalam mewujudkan kemandirian organisasinya, baik dari sisi keorganisasian, pendanaan, kegiatan dan pengembangan layanan untuk guru sebagai anggota.

Dari deskripsi persoalan KKG/MGMP PAI di atas diperlukan upaya untuk mengoptimalkan peran dan fungsi KKG/MGMP PAI. Peran dan fungsi ini dimaksudkan sebagai upaya untuk mewujudkan KKG/MGMP PAI menjadi pusat sumber belajar guru (PSBG).

Program ini bertujuan untuk mengembangkan KKG atau MGMP sebagai organisasi yang mampu menjalankan fungsinya, sekaligus memberikan pendampingan kepada KKG atau MGMP untuk menggerakkan organisasi. Program ini juga bertujuan menjadikan KKG/MGMP sebagai pusat sumber belajar bagi guru (PSBG).