Uang Rp200 Juta Dibawa Caleg Golkar Sragen yang Meninggal di Wonogiri, Hilang

Situasi rumah duka di kediaman milik Sugimin di Dukuh Rejowinangun RT 019, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, Selasa (16/4/2019). (Solopos - Tri Rahayu)
16 April 2019 16:35 WIB Tri Rahayu/Rudi Hartono/Mariyana Ricky P.D. Nasional Share :

Solopos.com, SRAGEN -- Calon anggota legislatif (caleg) DPRD Sragen dari Partai Golkar, Sugimin, diketahui membawa uang senilai Rp200 juta saat pergi dari rumahnya di Masaran, Sragen, pada Kamis (11/4/2019) dini hari.

Uang itu termasuk di antara barang-barangnya yang tidak ada bersamanya saat Sugimin ditemukan di ruko dekat SMPN 1 Wonogiri, Giritirto, Kecamatan/Kabupaten Wonogiri, Senin (15/4/2019) malam. Barang-barang lain yang hilang yakni mobil, kartu ATM, dan handphone.

Hal itu diungkapkan Ketua RT tempat tinggal Sugimin, Didik Novianto, yang berbicara atas permintaan adik Sugimin, Karjo, saat ditemui Solopos.com di rumah duka, Selasa (16/4/2019). Saat itu, rumah Sugimin di Dukuh Rejowinangun RT 019, Desa/Kecamatan Masaran, Sragen, itu sudah ramai didatangi warga sekitar untuk melayat.

Karangan bunga ucapan belasungkawa juga memenuhi halaman rumah seperti dari Fraksi Golkar, Komisi I DPRD Sragen, Ketua DPRD Sragen, keluarga alumni SMKN 1 Kedawung, dan SMK Negeri Sragen.

Karjo, 43, adik kandung Sugimin duduk didampingi Didik Novianto di barisan kursi paling depan di pintu masuk sisi barat. Mereka menjabat tangan para warga yang berdatangan dengan pakaian hitam untuk menyampaikan belasungkawa.

“Jenazah masih di RSUD dr. Moewardi Solo,” ujar Karjo saat berbincang dengan Solopos.com, Selasa siang.

Di rumah sakit itulah jenazah Sugimin diautopsi tim dokter forensik untuk mengidentifikasi penyebab kematian pengusaha konfeksi itu. Sugimin merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara. Ia kembali menjadi caleg di Daerah Pemilihan (Dapil) I Sragen di urutan nomor 10.

Karjo tak kuasa menjelaskan kronologi ditemukannya Sugimin yang meninggalkan rumah sejak Kamis (11/4/2019) dini hari. Karjo meminta Didik yang juga petugas satpam DPRD Sragen untuk bertutur kepada Solopos.com.

“Keluarga mendapat kabar Pak Sugimin ditemukan pada Selasa dini hari tadi sekitar pukul 01.00 WIB. Kabar itu datang dari Pak Agus Fatchur Rahman yang mendapat laporan dari anggota Partai Golkar Wonogiri. Begitu mendengar kabar itu, keluarga langsung bergerak ke RSUD Wonogiri,” ujar Didik.

Ia berkisah Sugimin ditemukan di pinggir jalan dekat Mapolres lama Wonogiri dalam kondisi masih hidup. Dari kesaksian warga di lokasi kejadian, kata Didik, Sugimin sempat meminta air putih hingga akhirnya dilarikan ke RSUD Wonogiri.

“Dari hasil pemeriksaan medis di RSUD Wonogiri ada kejanggalan, seperti ada pengaruh obat bius pada tubuh Pak Sugimin. Jadi Pak Sugimin meninggalnya di RSUD Wonogiri. Atas dasar kecurigaan itu, keluarga meminta agar jenazah Pak Sugimin diautopsi di RSUD dr. Moewardi Solo. Keluarga menduga Pak Sugimin meninggal karena dibunuh atau disengaja,” kata Didik yang juga diamini Karjo.

Didik pun bercerita kronologi dari awal. Sugimin meninggalkan rumah pada Kamis pukul 01.00 WIB naik mobil Isuzu Panther warna cokelat berpelat nomor AD 9210 RE dan membawa tas berisi baju-baju serta uang Rp200 jutaan.

Keluarga tidak mengetahui tujuan Sugimin keluar saat itu. Didik mengatakan pada Kamis pagi keluarga sudah kehilangan komunikasi dengan Sugimin karena nomor ponselnya tidak bisa dihubungi.

Keluarga terus mencari-cari dan tidak lapor polisi. Hingga pada Senin (15/4/2019), Didik bersama adik Sugimin yang bernama Sungkono berinisiatif untuk mencari di sejumlah rumah sakit.

Penyelidikan

“Sempat ada kabar di RS dr. Sarjito Jogja, setelah dicari ke sana tidak ada. Saya mencari di lima RS di Solo juga tidak ada. Pada pukul 14.00 WIB, saya menghubungi RS dr. Oen Solo Baru dan mendapat informasi ada yang bernama Sugimin, warga Masaran, Sragen. Setelah keluarga mengecek ke RS itu ternyata Pak Sugimin sudah keluar dari rumah sakit. Pencarian berlanjut sampai ke Wonogiri hingga Senin malam,” ujarnya.

Didik menjelaskan di RS dr. Oen Solo Baru itu Sugimin sempat opname selama dua hari tanpa sepengetahuan keluarga. Pencarian dihentikan Senin malam karena kelelahan, kemudian pada Selasa dini hari mendapat kabar keberadaan Sugimin itu.

“Selama ini tidak ada riwayat penyakit apa-apa pada diri Pak Sugimin. Saat ditemukan, mobil, ponsel, dompet berisi ATM, dan uang hilang semua. Hanya tas yang berisi pakaian saja. Saat ditemukan dalam kondisi tengkurap dan luka pada dagunya,” tuturnya.

Keluarga Sugimin sempat dimintai keterangan aparat Polres Wonogiri saat penemuan jenazah itu. “Kasus itu masih diselidiki Polres Wonogiri,” ujar Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan.

Kasatreskrim Polres Wonogiri, AKP Aditia Mulya Ramdhani, mengatakan belum ada petunjuk yang mengarah pada dugaan tertentu. Penyebab kematian Sugimin juga belum diketahui secara pasti.

"Karena itu polisi mengautopsi mayat [Sugimin] atas persetujuan keluarga korban," kata Aditia, Selasa (16/4/2019).

Aditia membenarkan mobil dan ponsel milik Sugimin tidak ada saat Sugimin ditemukan warga dalam kondisi sakit. Sementara itu, Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr. Moewardi Solo, Eko Haryati, mengatakan jenazah Sugimin sampai di rumah sakit tersebut pukul 12.00 WIB.

"Ini masih berlangsung visum sambil ditunggui polisi. [Jenazah dibawa] masuk pukul 12.00 WIB, visum nanti berlangsung 2-4 jam," kata dia.