KPU Anggap Surat Suara Tercoblos Malaysia Sampah, Fadli Zon: Jangan Main-Main

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon seusai mengikuti rapat internal di rumah Prabowo Subianto, Jl Kertanegara, Jakarta, Rabu (8/8 - 2018). (Antara/Dhemas Reviyanto)
15 April 2019 17:35 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) segera menjelaskan skandal dan aktor di balik tercoblosnya puluhan ribu surat suara Pileg dan Pilpres di Malaysia.

Menurut Fadli, boleh saja KPU menganggap bahwa surat suara yang ditemukan di Malaysia tidak dihitung. Akan tetapi, tindakan pelanggarannya terkait dengan pelanggaran pidana pemilunya harus diusut sampai tuntas. 

“KPU tak boleh main-main soal operasi kecurangan terkait ribuan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Kalau hanya dianggap berlalu, itu artinya KPU sudah berpihak. KPU berarti melindungi kecurangan kalau hanya menganggapnya seperti itu," kata Fadli di Kompleks Parlemen, Senin (15/4/2019).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu mengatakan kasus tersebut merupakan sebuah kejahatan demokrasi dan pengkhianatan terhadap politik di Indonesia.

"Ya, kita berharap sebenarnya harus dimulai dari penyelenggara pemilunya. KPU dan Bawaslu itu yang harus mencegah. Kemudian aparat juga harus netral,” ujarnya. Fadli Zon menambahkan bahwa aparat keamanan dan aparat birokrasi harus netral dalam pemilu.

Sebelumnya sebuah video amatir menunjukkan temuan surat suara sudah tercoblos. Surat suara itu berada dalam puluhan kantong plastik. Menurut klaim pembuat video itu, meski tidak menyebutkan bukti surat suara hasil haspenghitungan, sebagian besar surat suara yang tercoblos itu disebut untuk pasangan calon nomor urut 01.

Namun, komisioner KPU dan Bawaslu yang hendak mengecek keaslian surat suara yang tercoblos di Selangor, Malaysia, itu, tak mendapatkan akses karena dilarang oleh Kepolisian Diraja Malaysia. Akibatnya, KPU tak bisa memastikan apakah surat suara itu asli atau tidak serta tak bisa menelusuri dari mana asal usulnya.