Shadaf Khadem, Perempuan Petinju Pertama Iran

Shadaf Khadem. (Reuters)
13 April 2019 02:10 WIB Reni Lestari Internasional Share :

Solopos.com, TEHERAN - Sekitar tahun setelah latihan rahasia di perbukitan Teheran, Shadaf Khadem akan menjadi wanita Iran pertama yang berlaga dalam pertarungan tinju resmi.

Pertarungan akan berlangsung di barat Prancis pada Sabtu (13/4/2019) setelah pemain berusia 24 tahun itu bertemu dengan petinju Prancis Mahyar Monshipour, mantan juara dunia kelas berat super kelahiran Iran.

“Pada 2017, saya pergi ke Iran untuk acara promosi dan saya akhirnya menyelenggarakan sesi pelatihan publik di bukit yang menghadap ke Teheran. Sekitar 35 orang muncul, dan ada enam wanita, ” kata Monshipour seperti dilansir Reuters, Jumat (12/4/2019).

Lelaki itu melanjutkan, Khadem kemudian menghubunginya melalui media sosial untuk meminta saya bertarung dengannya, tetapi Monshipour mengatakan bahwa hal itu tidak mungkin. Kemudian sekitar beberapa bulan lalu federasi Iran membuka pintu untuk petinju wanita.

"Tetapi menjadi jelas bahwa itu tidak mungkin karena mereka menginginkan pelatih wanita, wasit wanita. Jadi dengan bantuan dari Kementerian Olahraga kami membuatnya datang ke Prancis."

Minggu depan Khadem akan kembali ke Iran dengan Monshipour akan mendampingi, untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu pada perempuan itu, di negara di mana wanita mulai melepas kerudung mereka dalam protes damai terhadap jilbab wajib.

"Jika dia berakhir di tahanan, saya tidak akan membiarkannya," katanya.

Khadem mulai menekuni tinju 4 tahun lalu. Dia terpaksa berlatih di ruang latihan pribadi karena fasilitas tinju publik hanya disediakan untuk pria. Di Iran, wanita diizinkan menghadiri pertandingan sepak bola pria untuk pertama Oktober lalu.

"Lebih mudah untuk gulat dan angkat berat karena mereka lebih dalam budaya kita," kata Khadem.

Beberapa wanita Iran bertinju tetapi bagi mereka, masuk ke arena pertarungan adalah sesuatu yang ilegal. Di Prancis, Khadem dilatih di National Institute of Sport dan diberikan lisensi Prancis untuk berlatih dan bertarung. Untuk pertama kalinya dia berlatih di antara para pria, dan dia menangis di akhir sesi, diliputi oleh emosinya.

"Orang tua saya khawatir ketika saya mulai bertinju tetapi mereka melihat saya sangat menyukainya jadi sekarang mereka mendukung saya. Saya sudah menunggu saat ini begitu lama," kata Khadem.

Dia berharap pertarungan pertama ini akan membuka jalan dan membuatnya pergi sejauh yang dia bisa untuk menorehka nama dalam sejarah tinju Iran.