Sandiaga Sebut Ibu Mia & Nurjannah di Debat, Ini Analisis Pakar

Suasana debat kelima Pilpres 2019 Joko Widodo - Ma'ruf Amin vs Prabowo Subianto - Sandiaga Uno di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4 - 2019). (Antara/Wahyu Putro A)
13 April 2019 23:55 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno akhirnya dikritik capres nomor urut 01 Joko Widodo soal penggunaan nama emak-emak dalam materi debat. Pengamat menduga hal itu merupakan cara Sandi untuk melawan cara berdebat Jokowi yang mengandalkan data statistik saat bicara soal angka kemiskinan atau ketimpangan.

Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, menilai apa yang terjadi dalam debat terakhir yang disiarkan live dari Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (14/4/2019) malam, menunjukkan hal itu. Menurutnya, Sandi menggunakan contoh Ibu Nurjannah dan Ibu Mia sebagai cara untuk melawan data Jokowi.

"Pak Jokowi selalu bicara soal data, lalu ekonomi makro. Tapi strategi Sandi adalah menurunkan itu ke soal hidup susah dengan menyebut Ibu Mia dan Ibu Nurjannah," kata Burhanudin dalam program yang ditayangkan TV One terkait debat Pilpres 2019, Sabtu malam.

Meski tak pernah disebutkan secara detail identitas emak-emak yang disebut oleh Sandi, Burhanudin mengaku percaya bahwa orang-orang itu ada. Namun, dia mempertanyakan apakah keluhan emak-emak tersebut dipengaruhi oleh pilihan politik mereka.

"Saya sih yakin orangnya ada. Tapi kan orang-orang ini bertemu Sandi dalam acara kampanye. Jadi mereka tentu sudah memiliki preferensi politik. Pertanyaannya, apakah Bu Mia dan Bu Nurjannah yang disebut Sandi itu merasakan hidup susah baru bertemu Sandi? Atau dia sudah menyukai Prabowo-Sandi dulu baru mengatakan hidup susah? Ini harus dikaji," kata dia.

Dia membandingkan hal ini dengan kecenderungan perbedaan opini para pendukung kedua pasangan capres-cawapres. Apapun data yang dipaparkan, penilaian pemilih Prabowo akan berbeda dibandingkan pemilih Jokowi.

"Studi saya menyebutkan pemilih Prabowo cenderung mengatakan ketimpangan sosial naik, dan pendukung Jokowi bilang turun. Faktanya memang gini ratio Indonesia turun jadi 0,38. Tapi buat pemilih Prabowo, angka itu dianggap tetap ketimpangan yang besar," kata dia.

Sebelumnya, Jokowi tampaknya geram dengan cara Sandi memberikan sanggahan. Dia pun mengkritik Sandiaga yang mendasarkan argumen pada kata orang untuk berdebat soal ekonomi makro.

“Pak Sandi ini selalu bicara ibu ini, ibu itu. Pak, ini berdebat soal ekonomi makro, bukan soal orang per orang yang jadi patokan. Kita harus mengerti ekonomi makro itu adalah agregat antara produksi dan permintaan, jadi harus berdasarkan data dan survei. Bukan kebijakan yang hanya berdasarkan satu dua orang yang menyampaikan keluhan kepada bapak," kata Jokowi kepada Sandiaga.

Kolom 21 hours ago

Bahaya Lethong