Dihalangi Polisi Malaysia, KPU Tak Bisa Endus Asal Surat Suara Tercoblos

Komisioner Bawaslu Muhammad Afifudin (kanan) bersama Komisioner KPU Hasyim Asyari (tengah) dan Viryan Azis menjawab pertanyaan dari wartawan terkait dugaan surat suara tercoblos di Malaysia, di media center Bawaslu RI, Jakarta, Kamis (11/4 - 2019). (Antara/Nova Wahyudi)
13 April 2019 20:15 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ilham Saputra mengaku masih belum bisa melakukan verifikasi polemik surat suara disebut sudah tercoblos di Selangor, Malaysia. Padahal, KPU sudah mengirim Ilham untuk terbang ke Malaysia guna menentukan sikap atas polemik tersebut.

Dia membeberkan ada kendala saat hendak melakukan investigasi di sana. Saat tiba di lokasi ruko itu, mereka tidak mendapatkan akses melakukan pengecekan surat suara yang disebut telah dicoblos itu.

"Dari mana sebenarnya surat suara itu? Kami tak bisa pastikan, kami tidak dapat akses. Padahal kalau kami dapat akses, kami bisa memastikan untuk mendapatkan. Kami punya alat untuk bisa memastikan surat suara itu benar diproduksi oleh KPU atau bukan," katanya di Hotel Sultan, Sabtu (13/4/2019).

Pasalnya, pihak Polis Diraja Malaysia (PDRM) tak memberi akses dengan alasan masih dalam tahap penyelidikan mereka. PDRM tetap tidak mengizinkan mereka melalukan pengecekan karena masih penyelidikan meski sudah diminta langsung oleh KPU RI.

Ilham dan tim akhirnya melakukan wawancara kepada para penyelenggara pemilu di Negeri Jiran. "Prinsipnya kami nanti masih akan putuskan. Kami akan bersinergi dengan Bawaslu. Setelah itu, kami akan pleno internal dulu di KPU," imbuhnya.

Bukan itu saja, dia juga sudah bertemu dengan Duta Besar Indonesia Untuk Malaysia Rusdi Kirana guna mendapat akses menyentuh surat suara. Namun, hal itu tidak membuahkan hasil yang nyata.

"Pak Dubes kami mintai tolong untuk kemudian negosiasi dengan polisi Malaysia supaya bisa akses surat suara itu. Sedang diupayakan, tapi sampai tadi kami pulang, itu belum dapat aksesnya," ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI