Putra Jamal Khashoggi Tolak Tawaran Damai Pemerintah Saudi

Jamal Khashoggi (Istimewa/Reuters)
12 April 2019 03:00 WIB Chelin Indra Sushmita Internasional Share :

Solopos.com, RIYADH – Salah Khashoggi menolak tawaran damai dengan pemerintah Arab Saudi terkait kasus pembunuhan ayahnya, Jamal Khashoggi. Kabarnya, pemerintah Arab Saudi menawarkan uang damai agar penyelidikan kasus pembunuhan Jamal Khashoggi pada Oktober 2018 lalu dihentikan.

Dikutip dari CNN, Kamis (11/4/2019), keluarga Jamal Khashoggi disebut telah menerima uang tunai jutaan dolar sebagai kompensasi atas pembunuhan tersebut. Mereka juga disebut menerima “uang darah” yang berlaku di sistem peradilan Arab Saudi. Kabar tersebut kali pertama dimuat di koran The Washington Post, Senin (1/4/2019).

Sebagai anak tertua, Salah Khashoggi menjadi wakil keluarga dalam urusan persidangan pembunuhan ayahnya. Dia dituding telah menerima rumah di Jeddah, Arab Saudi, sebagai bentuk kompensasi.

Saudara lainnya juga menerima hadiah tertentu dari pemerintah Arab Saudi. Namun, semua kabar itu dibantah oleh Salah Khashoggi.

Saat ini pengadilan masih berlangsung dan tidak ada pembicaraan damai. Orang-orang yang terlibat dalam kejahatan ini dibawa ke pengadilan untuk menerima hukuman,” terang Salah Khashoggi lewat Twitter.

Seperti diketahui, Jamal Khashoggi adalah jurnalis Arab Saudi yang kerap mengkritik kebijakan pemerintah. Khususnya terkait kebijakan sang Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman. Dia dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki, 3 Oktober 2018.

Pangeran Mohammed bin Salman dituding sebagai dalang pembunuhan Jamal Khashoggi. Namun, tuduhan itu selalu dibantah oleh pemerintah. Pembunuhan Jamal Khashoggi dilakukan dengan cara sadis. Sampai saat ini, jasad Jamal Khashoggi belum ditemukan.