Kasus Surat Suara Tercoblos: Pelaku Kabur, TKN Malaysia Curiga Disengaja

Relawan KPU mempersiapkan logistik untuk pelaksanaan Pemilu 2019 di gedung logistik KPU Tangerang Selatan di Pondok Aren, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (10/4 - 2019). (Antara/Muhammad Iqbal)
11 April 2019 22:30 WIB Aziz Rahardyan Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Polemik penggerebekan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia, yang viral melalui video membuat Sekretaris TKN Jokowi-Ma'ruf Amin Malaysia, Dato M Zainul Arifin, angkat bicara. Dia menduga ada kesengajaan untuk menyudutkan kubu Jokowi-Maruf.

Zainul dalam keterangan resminya, Kamis (11/4/2019), mengaku kaget dan merasa dirugikan atas kejadian yang terjadi di wilayah Bangi, Selangor, Malaysia ini.

"Memang benar kami mendapat laporan terkait kejadian tersebut dan tim kita mengecek di lapangan memang benar adaya kertas suara di tempat tersebut," ungkap Zainul.

"Hanya sangat disayangkan pada saat penggerebekan, oknum yang melakukan lari dan tidak tertangkap. Kita menyesali hal itu. Ada dugaan sengaja pelaku disuruh melarikan diri. Maka dugaan kuat kita sengaja ingin menyudutkan 01, kita merasa dirugikan," tambahnya.

Menurut Zainul, kesengajaan ini perlu ditelusuri lebih lanjut apakah kertas suara yang ditemukan resmi dari KPU atau tidak. Selain itu, jumlahnya yang puluhan ribu, kata dia, mencurigakan karena aksi itu sulit dilakukan hanya oleh seorang pelaku.

Maka dari itu, Zainul bersama TKN Malaysia berencana mengambil langkah hukum dan melaporkan oknum yang merusak kertas suara tersebut apabila kertas suara itu asli. Di samping itu, Zainul berharap masyarakat tidak seketika menyimpulkan secara negatif dan tidak termakan hoaks.

Selain itu, Zainul menyatakan beberapa poin untuk menanggapi kejadian ini. Berikut tanggapannya:

1. Kita merasa sudah dirugikan dan potensi besar sengaja dilakukan oknum yang merugikan kita.

2. KPU melalui Tupoksi Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) terus bersifat netral di dalam meyelenggarakan pemilihan hingga perhitungan 17 April.

3. Bawaslu harus koordinasi dengan Polisi Malaysia untuk menindak kejadian ini dan harus turun ke KL. Jangan hanya mendengar laporan dari bawah yang belum tentu kebenarannya.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 7 hours ago

Bahaya Lethong