Novel Baswedan Tegaskan Tak Terafiliasi Gerindra

Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan melambaikan tangan saat menghadiri acara penyambutan dirinya kembali aktif bekerja di pelataran gedung KPK, Jakarta, Jumat (27 - 7).
11 April 2019 19:00 WIB Ilham Budhiman Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menegaskan dirinya tak terafiliasi partai politik manapun. Penegasan ini menyusul isu bergabungnya Novel ke Partai Gerindra.

Menurut Novel, isu tersebut merupakan tuduhan tanpa dasar sehingga dirinya harus bertanggung jawab untuk meluruskan isu tersebut. "Saya kira tentu tuduhan itu tidak benar," kata Novel, Kamis (11/4/2019).

Novel mengaku pola kerja di KPK adalah saling mengontrol dan mengawasi sehingga tidak ada satu bidang kerja yang membawahi pekerjaan lainnya. Masing-masing pekerjaan menurutnya dibagi di beberapa bidang direktorat dan lain-lain. 

Karena itu, apabila ada tuduhan terkait mengendalikan ataupun mengakomodasi suatu penanganan perkara untuk kepentingan politik, hal itu bisa dinilai menghina KPK dan tidak berintegritas. 

"Saya kira tuduhan itu tidak benar dan pasti salah. Itu yang ingin saya tegaskan saya tidak punya kepentingan untuk mmbawa ke area politik manapun dan tentunya kita tidak boleh membiarkan ada orang yang terafiliasi partai politik di KPK," ujarnya.

Sebelumnya, penegasan Novel Baswedan tak terafiliasi parpol manapun disampaikan Juru Bicara KPK Febri Diansyah awal April lalu. Febri berharap agar semua pihak menempatkan KPK sebagai lembaga independen. Dia meminta agar lembaga pimpinan Agus Rahardjo itu tidak ditarik ke politik praktis.

"Novel juga sudah klir mengatakan bahwa informasi-informasi tersebut tidak benar," katanya, Senin (1/1/2019).

Febri mengatakan ada hal yang jauh lebih penting dibandingkan isu tersebut yaitu mengingat kembali bahwa pelaku penyiram air keras terhadap Novel Baswedan belum ditemukan. Sudah 2 tahun menurutnya sejak kejadian kasus ini belum dituntaskan.

"Ini yang lebih penting diupayakan agar teror-teror terhadap penegak hukum tersebut tidak kemudian ditutupi oleh isu-isu yang tidak substansial," katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI