Makan Saren Babi, Pria Ini Kehilangan 2 Kakinya

Ilustrasi saren babi. (Worldofbuzz.com)
10 April 2019 16:40 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, BANGKOK — Pao Nopparat Milinthanuch, pria asal Thailand harus mengalami kisah tragis setelah makan saren babi atau darah beku babi yang dimasak. Kedua kakinya harus diamputasi lantaran mengalami infeksi yang cukup parah setelah makan saren babi.

Dilaporkan World of Buzz, Senin (8/4/2019), kisah tragis Pao dimulai pada 2016 lalu kala ia makan saren babi di Festival Songkran di Thailand. Beberapa hari setelahnya, ia merasa kakinya kerap terasa keram dan dingin.

Pao kemudian memeriksakannya ke rumah sakit. Betapa mengejutkannya saat dokter menyatakan kaki Pao telah mengalami infeksi yang cukup parah pada kakinya yang disebabkan bakteri Streptococcus.

Dokter meyakini bakteri tersebut menginfeksi Pao lewat saren babi yang dimakan. Saren tersebut diyakini tak dimasak sampai matang dan dimasak dengan suhu kurang dari 70 derajat celcius.

Dokter kemudian harus mengamputasi kedua kaki Pao karena khawatir infeksi akan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Dokter juga khawatir nyawa Pao tak akan bisa selamat jika kedua kainya tak diamputasi.

World of Buzz menyebut WHO telah menyatakan bakteri Streptococcus dapat ditularkan bukan hanya melalui makanan yang dimasak kurang dari 70 derajat celcius, namun juga melalui luka dan lecet pada kulit.

Biasanya, ada masa inkubasi satu hingga tiga hari sebelum bakteri mulai menyerang tubuh orang yang terinfeksi. Orang yang terinfeksi bakteri Streptococcus biasanya mengalami demam tinggi, mual, muntah, sakit kepala parah, dan nyeri sendi. Dalam kasus yang parah, bakteri tersebut bahkan bisa memicu meningitis.