Soal 400.000 Amplop Serangan Fajar, KPK akan Klarifikasi Nusron Wahid

Bowo Sidik saat diperiksa KPK, Jumat (5/4 - 2019). (Antara)
10 April 2019 23:00 WIB Alif Nazzala Rizqi Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) siap menindaklanjuti pengakuan tersangka kasus suap Bowo Sidik Pangarso yang mengaku diminta Ketua Korbid Pemenangan Pemilu Jawa dan Kalimantan Golkar, Nusron Wahid, untuk menyiapkan 400.000 amplop serangan fajar.

"Pasti penyelidik dan penyidik di KPK akan menindaklanjuti informasi itu, untuk diklarifikasi apa betul atau tidak," kata Wakil Ketua KPK, Laode Muhammad Syarif, seusai mengisi seminar nasional bertajuk Optimalisasi Penanggulangan Tindak Pidana Korupsi di Fakultas Hukum Universitas Semarang, Rabu (10/4/2019).

Laode mengatakan pemeriksaan dan pemanggilan Nusron Wahid bisa saja dilakukan. Kendati demikian, KPK akan mempelajari apakah benar pengakuan Bowo Sidik tersebut berkorelasi dengan Nusron Wahid. "Pemeriksaan ya pasti akan ada, kalau betul-betul relevan dengan kasus utamanya," jelas Laode.

Nama Nusron disebut anggota DPR Komisi VI Fraksi Golkar tersebut seusai diperiksa penyidik KPK pada Selasa (9/4/2019). "Saya diminta oleh partai menyiapkan 400.000 [amplop]. Nusron Wahid meminta saya untuk menyiapkan 400.000 [amplop]," ujar Bowo Sidik.  

Dia tak menjelaskan lebih jauh apakah amplop tersebut diperuntukkan juga untuk kepentingan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun, dia menegaskan bahwa perintah itu berasal dari Nusron Wahid yang kini menjadi Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Jawa Tengah 1 menggantikan dirinya.

"Diminta Nusron, untuk menyiapkan," katanya, Selasa (9/4/2019) lalu.

Pengacara Bowo, Saut Edward, mengamini pernyataan kliennya soal perintah Nusron Wahid untuk menyiapkan 400.000 amplop dalam pecahan Rp20.000-Rp50.000 yang diduga untuk serangan fajar di Pemilu Legislatif 2019. Hal tersebut, kata Saut, disampaikan Bowo kepada penyidik KPK.

"Langsung disampaikan ke penyidik. Ya, karena memang jadi perintah, ya, dia bilang diperintah," ujarnya, Rabu. 

Menurut Saut, tujuan Nusron untuk memerintah menyiapkan 400.000 amplop itu agar keduanya dapat dipilih kembali ke parlemen lantaran maju di dapil yang sama. Keduanya ikut bertarung di Dapil II Jawa Tengah. 

"Supaya banyak yang memilih mereka berdua, karena mereka di dapil yang sama. Bahkan, katanya, 600.000 [amplop] yang menyiapkan Nusron Wahid. Pak Wahid 600.000, Pak Bowo 400.000 amplop," katanya Saut.

Sumber : Bisnis/JIBI