Prabowo: Kita di Ambang Kemenangan, Survei Itu Benar & Bukan Abal-Abal!

Capres 02 Prabowo Subianto berorasi di hadapan pendukungnya di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (10/4/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
10 April 2019 21:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — Calon presiden (capres) nomor urut 02, Prabowo Subianto, menyebut rakyat Jawa Tengah menginginkan perubahan. Hal itu disampaikannya saat melihat antusiasme puluhan ribu simpatisan dan pendukung yang menyemut di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4/2019).

“Kalian kumpul di tempat ini, mau berdiri sambil berpanasan, berimpitan, saya yakin karena saudara ingin menyatakan sikap. Kalian tidak mau lagi dibohongi. Rakyat Indonesia sudah paham apa yang terjadi di negara ini,” kata Prabowo di awal orasi.

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu mengaku tak menyangka kampanye super akbar itu kedatangan puluhan ribu massa. Hal itu membuat Prabowo merasa suara di Solo dan Jawa Tengah bakal dominan. Selain itu, dia mengklaim hasil survei sejumlah lembaga dalam dan luar negeri mendapati suara yang diperolehnya di kisaran 58-63 persen.

“Kita sudah di ambang kemenangan. Survei itu benar dan akurat, bukan lembaga abal-abal yang menjual diri dan membohongi rakyat. Tapi, kita enggak boleh adigang-adigung-adiguna. Ojo dumeh, harus eling dan waspada. Jaga TPS [tempat pemungutan suara], awasi panitia, tapi saya kira panitia sudah sadar dan ikut kita semua,” ujarnya.

Prabowo kemudian mengatakan bahwa negara tengah berjalan ke arah yang salah, di mana hanya menguntungkan segelintir orang. Segelintir orang itu pula yang katanya membiarkan kekayaan Indonesia mengalir ke luar negeri.

“Arah yang salah ini harus kita hentikan. Ganti ke jalan yang lurus dan benar. Saya rasakan getaran hati rakyat di sekeliling saat (berkunjung) ke kabupaten, provinsi. Rakyat kali ini sudah bangkit,” tegasnya.

Sebelumnya, beredar hasil survei bernama Precision Public Policy Polling (PPPP) yang berbanding terbalik dibandingkan hasil survei lembaga-lembaga lain. Misalnya soal elektabilitas, hasil survei PPPP menyebut responden yang memilih Joko Widodo (Jokowi) hanya 38% dan yang memilih Prabowo Subianto sebanyak 40%. Hasil PPPP juga menyebutkan 54% responden menginginkan presiden baru dan yang masih menginginkan Jokowi hanya 38%.

Namun hasil survei ini dipertanyakan lantaran tidak ditemukannya jejak digital lembaga survei bernama PPPP. Penelusuran Solopos.com melalui berbagai platform tool pencarian tidak menemukan satupun literatur atau data tentang lembaga itu. Nama Precision Public Policy Polling (PPPP) juga tidak terdapat dalam daftar lembaga survei terpercaya di Amerika Serikat versi Five Thirty Eight.