WNI di LN Mulai Mencoblos, Info Hasil Pemilu Hoaks

Pengumuman KBRI Riyadh soal pemungutan suara di Arab Saudi. - Istimewa
10 April 2019 20:55 WIB Syifaul Arifin Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA—Warga Negara Indonesia (WNI) di luar negeri (LN) yang memiliki hak pilih mulai mencoblos. Namun, penghitungan suara baru dilakukan pada 17 April. Komisi Pemilihan Umum (KPU) memastikan informasi hasil pencoblosan di luar negeri adalah hoaks.

 

Warga Solo yang tinggal di Al Khobar, 4-5 jam dari Riyadh, Arab Saudi, menginformasikan soal pemungutan suara di sana. Melalui akun Facebook yang diakses di Indonesia, Rabu (10/4/2019), dia mencoblos, Selasa (9/4/2019). Ada dua surat suara yang dicoblosnya yaitu capres-cawapres dan calon anggota DPR Dapil DKI Jakarta II.

Sementara itu, KPU menepis pesan siaran atau broadcast yang berisi hasil pemungutan suara Pilpres 2019 di luar negeri. Menurut KPU, hasil pemungutan suara di luar negeri baru diketahui setelah proses penghitungan suara pada 17 April 2019.

Ketua KPU Arief Budiman berharap polisi menangkap penyebar hoaks tersebut tanpa perlu dilaporkan oleh KPU.

"Hoaks, penghitungannya baru dilakukan pada 17 April. Dapat kami pastikan itu hoaks, mengapa demikian? Ada early voting atau pemilihan di awal waktu. Kalau di dalam negeri 17 April, di luar negeri mulai 8-14 April, bisa juga sebelumnya, yaitu pengiriman pos, itu kegiatan pemungutan suara. Penghitungannya 17 April, bagaimana mungkin dihitung saja belum tapi sudah muncul," kata Komisioner KPU Viryan Aziz di Jakarta.

Viryan mengatakan hanya pemungutan suara yang dilakukan lebih dulu. Sementara penghitungan suara tetap dilakukan pada 17 April 2019 di kantor perwakilan luar negeri Indonesia.

Pemungutan suara di LN dilaksanakan dengan tiga 3 metode. Pertama, memilih di Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) di kantor perwakilan RI (KBRI/KJRI/KDEI).

Kedua, memilih melalui Kotak Suara Keliling (KSK) di dekat permukiman atau tempat kerja WNI. Ketiga, pengiriman via  pos.

Di Mesir, distribusi surat pemberitahuan pemungutan suara kepada pemilih (Formulir C6) untuk WNI di Mesir mencapai 87 persen hingga 8 April.

Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kairo Muhammad Amin Samad menjelaskan nama pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) PPLN Mesir tercatat sebanyak 7.671 orang, demikian keterangan pers KBRI Kairo.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.411 calon pemilih akan memberikan suara melalui TPS, 201 calon pemilih melalui KSK, serta 50 calon pemilih mengirim suara melalui pos.

PPLN Kairo memiliki 75 petugas untuk pemilihan melalui TPS, tiga petugas untuk pemilihan melalui KSK, serta tiga petugas untuk pemilihan melalui pos.

Di Hong Kong, Tiongkok, WNI takkan lagi mencoblos di Victoria Park, tempat favorit bagi WNI dalam mengisi libur akhir pekan. Victoria Park dianggap tidak kondusif untuk pemungutan suara.

Bagi WNI di Hong Kong, Pemilu 2014 menyisakan kenangan kelam. Pada saat itu, kekisruhan dipicu kekecewaan ratusan WNI yang gagal mencoblos. Penyebabnya, 16 TPS ditutup tepat pada pukul 17.00 waktu setempat (16.00 WIB) seiring dengan jam berakhirnya perizinan di Victoria Park.

"Hal penting yang saya lakukan adalah mengevaluasi apa yang terjadi pada 2014," kata Konsul Jenderal RI di Hong Kong, Tri Tharyat.

Akhirnya KJRI bersama PPLN dan Bawaslu LN bersepakat pemungutan suara  yang dilaksanakan 14 April  digelar di tempat tertutup.

Queen Elizabeth Stadium, fasilitas olahraga tertutup berkapasitas 3.500 tempat duduk di kawasan Wanchai, menjadi pilihan utama. Dua gedung lainnya di kawasan Kowloon dan New Territories juga dipilih.

Di ketiga wilayah itulah akan dibangun 32 unit TPS yang melayani 180.232 WNI.

Sumber: Detik/Antara