BPN Lebih Percaya Lembaga Survei Amerika yang Menangkan Prabowo-Sandi

Direktur Kampanye Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Sugiono saat memberi keterangan kepada wartawan, Selasa (10/4 - 2019). (Bisnis/Jaffry Prabu Prakoso)
10 April 2019 17:00 WIB Yusran Yunus Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengklaim tren saat ini menunjukkan  bahwa calon pemilih lebih meminati pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno untuk dipilih pada Pilpres 17 April 2019.

BPN beralasan antusiasisme masyarakarat mengikuti kampanye-kampanye Prabowo-Sandi menjadi modal berharga memenangkan Pilpres 2019. Mereka menyebut pendukung Prabowo-Sandi mengikuti kampanye secara sukarela dan partisipatif.

"[dari] Antusiasme masyarakat juga sudah semakin jelas terlihat bahwa pasangan nomor urut 02 Prabowo-Sandi lebih diminati dibandingkan dengan pasangan lainnya," kata Direktur Kampanye BPN Prabowo-Sandi, Sugiono, dalam pernyataan tertulisnya, Rabu (10/4/2019).

Sugiono menambahkan hal itu juga membuktikan bahwa lembaga survei yang sudah merilis hasilnya dan menempatkan elektabilitas Prabowo-Sandi lebih unggul dibanding Jokowi-Amin, lebih akurat dibanding lembaga survei lainnya.

Sugiono menjelaskan berdasarkan perkembangan hasil survei, baik yang dilakukan internal BPN maupun pihak lain, bahkan lembaga survei dari luar negeri, elektabilitas Prabowo-Sandi sangat memuaskan.

"Tentunya hasil survei ini harus dihormati apalagi dengan bukti bahwa setiap kampanye yang dilakukan pasangan Prabowo-Sandi selalu dipenuhi massa, mereka datang riil, massa partisipatif bukan massa yang dimobilisasi dengan cara transaksional," ungkap Sugiono.

Sugiono menyebutkan lembaga survei yang mengunggulkan elektabilitas Prabowo-Sandi lebih tampak akurasinya jika dikaitkan dengan massa kampanye Prabowo-Sandi.

Dalam hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menyebutkan lembaga survei seperti Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis), dan Precision Public Policy Polling (PPPP).

Sumber : Bisnis/JIBI