Amien Rais di Solo: Pemimpin Harus Bisa Marah, Bukan Plonga-Plongo

Capres 02, Prabowo Subianto, berorasi di hadapan pendukungnya di Stadion Sriwedari Solo, Rabu (10/4/2019). (Solopos - Nicolous Irawan)
10 April 2019 16:35 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Amien Rais ikut berorasi dalam Kampanye Rapat Umum Terbuka Prabowo Subianto di Stadion Sriwedari, Solo, Rabu (10/4/2019) siang. Dia menyebut dalam tubuh Prabowo Subianto mengalir DNA tiga tokoh besar Indonesia, yakni Bung Karno, Bung Hatta, dan Bung Tomo.

Amien mengklaim Prabowo adalah sosok pemimpin yang tak membeda-bedakan SARA dan mau melindungi negara. Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu kemudian menyindir pemimpin yang disebutnya hanya plonga-plongo.

“Pemimpin sejati itu harus bisa marah. Kalau pemimpin cuma plonga-plongo, cuma ndak nduk, cuma [bilang] ‘aku 4,5 tahun dionek-onekke, aku sabar, ning saiki lawan',” sindirnya, saat berorasi di depan massa pendukung Prabowo di Stadion Sriwedari, Rabu.

Ucapannya itu mengambil konteks nada kemarahan Prabowo saat berorasi di Stadion Kridosono, Jogja, Senin (8/4/2019) lalu. Menurut Amien, orasi sampai menyebut kata "bajingan" itu dilontarkan karena Prabowo ingin melindungi bangsa dan negara. “Coba dicek lagi rekaman Youtubenya,” ucap Amien.

Amien lantas mengajak simpatisan dan pendukung yang hadir untuk terus berdoa. “Emak-emak milenial, balak-Ibu semua, kita tinggal beberapa hari lagi. Salat, mohon kepada Allah. Mudah-mudahan kita diberi presiden baru. Yang lebih cinta pada bangsanya, lebih cinta pada rakyatnya. Yang tidak pernah menjual ke pihak asing dan aseng,” tukasnya.

Sebelumnya, Prabowo Subianto kembali melontarkan kata-kata menggelitik saat menyampaikan pidato politiknya di acara kampanye yang digelar di Stadion Kridosono, Jogja, Senin lalu. Prabowo kembali menyebut "Ibu Pertiwi diperkosa", bahkan sempat melontarkan kata "bajingan".

Namun sebelum itu, dia sempat meminta izin apakah boleh berbicara keras dalam orasinya. Awalnya, Prabowo menyampaikan bahwa kondisi Indonesia sedang sakit. Dia menyebut banyak terjadi ketidakadilan.

"Ini bukan republik yang diperjuangkan oleh Bung Karno, Bung Harta, oleh Ahmad Dahlan, oleh Hashim Asyari, bukan ini!" kata Prabowo, Senin (8/4/2019), dilansir Detik.com. "Ini adalah saya tidak tahu bagaimana terjadi, segelintir orang menguasai kekayaan ratusan juta bangsa Indonesia," lanjutnya.

"Negara kita sedang sakit, Ibu Pertiwi sedang diperkosa, hak rakyat sedang diinjak-injak. Segelintir orang, elite di Jakarta seenaknya saja merusak negara ini, mereka adalah... Ini boleh enggak bicara agak keras di sini Pak?" kata Prabowo sambil menengok ke kursi di belakang keberadaan Prabowo berdiri untuk berorasi di atas panggung.

Deretan kursi itu diduduki para petinggi parpol koalisi, BPN, pendukung dan relawan. Prabowo juga sempat bertanya ke massa pendukungnya yang memadati stadion. "Tinggal... tinggal 10 hari lagi deh, mereka adalah 'bajingan-bajingan'," ucap Prabowo yang disambut riuh dan tepuk tangan massa.