Hotman Paris Minta Para Capres Perhatikan Kasus Audrey

Hotman Paris Hutapea. (Instagram/hotmanparisofficial)
10 April 2019 12:30 WIB Ginanjar Saputra Nasional Share :

Solopos.com, SOLO — AY atau Audrey, 14, pelajar SMP di Pontianak, Kalimantan Barat mengalami kisah tragis dengan dikeroyok 12 pelajar SMA, Jumat (29/3/2019) lalu. Kasus dugaan penganiayaan itu lantas viral dan memicu perhatian banyak kalangan, salah satunya pengacara kondang, Hotman Paris Hutapea.

Melalui video yang diunggah ke akun Instagramnya, @hotmanparisofficial, Rabu (10/4/2019) siang, pengacara kelahiran Sumatra Utara, 59 tahun silam itu meminta kepada para calon presiden (capres), Joko Widodo dan Prabowo Subianto, untuk turut memperhatikan kisah tragis yang dialami AY.

"Halo bapak capres 01 dan bapak capres 02. Sudah jutaan orang di dalam dan luar negeri menghubungi saya agar kasih perhatian serius kasus dugaan penganiayaan yang sangat biadab terhadap seorang wanita muda Audrey di Pontinak," ucapnya.

Hotman Paris juga menegaskan sekarang adalah waktu yang tepat bagi para capres yang sedang memperebutkan suara rakyat untuk memperhatikan kasus tersebut. "Bapak Capres 01 dan 02, masyarakat Indonesia menunggu gerakan kalian berdua. This is the right time [Ini adalah waktu yang tepat], menjelang [pemungutan suara] pilpres sebentar lagi," lanjutnya.

Belum berhenti sampai di situ, Hotman Paris menegaskan masyarakat akan senang jika para capres turut memperhatikan kasus dugaan penganiayaan yang mendera AY sebagai korbannya. "Kalau saya, saya enggak tertarik politik. I'm happy to be a lawyer [Saya senang menjadi pengacara]. Kalau proses penyidikan segera dan pelaku-pelakunya ditangkap masyarakat akan senang dan akan fans sama kalian," pungkas pengacara nyentrik itu.

Dugaan Penganiayaan AY
Dikabarkan sebelumnya, AY disebut telah dikeroyok 12 pelajar SMA. Namun Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak, mengatakan pelaku utama yang mengeroyok AY hanya berjumlah tiga orang.

AY mengalami kisah tragis dengan dikeroyok para pelajar SMA lantaran masalah asmara. AY memiliki sepupu berinisial P. Mantan pacar P kemudian pacaran dengan D, namun masih sering berhubungan dengan P sehingga D emosional.

Masalah itu berlanjut ke media sosial hingga menyeret nama AY yang disebut-sebut kerap ikut berkomentar. Atas hal itu, emosi D meluap hingga berakhir pengeroyokan.

Akibat pengeroyokan itu, AY harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Kasus penganiayaan ini awalnya dilaporkan ke Polsek Pontianak Selatan yang kemudian dilimpahkan ke Polresta Pontianak.