Polri: Video Hoaks Server KPU Dibuat di Rumah Eks Kabintal Kopassus Taufik Nuriman

Ketua KPU Arief Budiman (kanan) didampingi Komisioner KPU Ilham Saputra (kiri) dan Wahyu Setiawan (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai melaporkan kasus video hoaks tentang server KPU yang diatur untuk memenangkan salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden dalam Pemilu 2019 ke Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (4/4 - 2019). (Antara/Rivan Awal Lingga)
08 April 2019 23:30 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :
Solopos.com, JAKARTA -- Mabes Polri membeberkan pembuatan video hoaks mengenai "server KPU di-setting untuk memenangkan paslon nomor urut 01". Rupanya, pembuatan video itu dilakukan di rumah eks Kepala Pembinaan Mental (Kabintal) Kopassus Taufik Nuriman.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan video itu dibuat di rumah eks Bupati Serang Banten Taufik Nuriman yang juga merupakan mantan Kabintal Kopassus TNI. Dedi juga menjelaskan Polri masih mendalami sejumlah aktor intelektual di balik layar pembuatan video tersebut.
"Sedang kami dalami, ya. Lokusnya memang di sana [Serang]," katanya, Senin (8/4/2019).
Menurut Dedi, Direktorat Tindak Pidana Siber (Dit Tipidsiber) Bareskrim Polri masih memburu dua orang buronan yang terdapat di dalam video hoaks yang viral tersebut. Saat ini, tim penyidik baru menangkap dua orang tersangka yaitu Eko Widodo di Ciracas Jakarta Timur dan Rachmy Denda Hasnyta Zainuddin Ilyas di daerah Tangjungkarang Barat Kota Bandar Lampung.
"Kami akan terus kembangkan kasus ini hingga tuntas," katanya.
Rachmy merupakan seorang ibu rumah tangga yang juga lulusan ilmu kedokteran. Perempuan berusia 51 tahun itu menyebarkan video hoaks melalui akun Facebook miliknya. Sedangkan Eko menyebarkan video hoaks melalui akun Twitter @ekowBoy. 
Dedi memastikan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Mabes Polri akan profesional dalam menangani perkara Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) tersebut. Selain itu, dia juga menegaskan akan mengembangkan perkara itu serta menangkap para pelaku yang terlibat di dalam kasus tersebut.

Sumber : Bisnis/JIBI