Kalimat Ibu Pertiwi Diperkosa dalam Pidato Prabowo Tak Muncul di Terjemahan

Prabowo Subianto berorasi saat kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu (7/4 - 2019). (Antara/Galih Pradipta)
08 April 2019 20:00 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Kalimat kontroversial muncul saat Prabowo Subianto berpidato dalam kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019) pagi. Saat itu dia menyebut "Ibu Pertiwi sedang diperkosa" dan diulanginya saat berkampanye di Stadion Kridosono, Jogja, Senin (8/4/2019).

Namun, rupanya kata-kata itu tidak muncul dalam terjemahan pidato tersebut dalam bahasa Inggris. Hal itu menarik perhatian seorang koresponden ABC Australia di Indonesia, David Lipson, dalam akun Twitternya. Dalam akun @davidlipson, dia mengunggah gambar potongan terjemahan pidato tersebut yang disebutnya dikirim oleh tim Prabowo-Sandiaga.

"Prabowo's campaign team sent out an English translation of his speech. But it didn't include the two most pointed quotes.  1. "The mother country is being raped!" ...1/2 [Tim kampanye Prabowo mengirim terjemahan bahasa Inggris pidatonya. Tapi itu tidak memuat dua kutipan paling penting. Pertama, Ibu Pertiwi sedang diperkosa ...]," kicaunya.

Dalam kicauan itu, dia menyertakan dua gambar potongan naskah terjemahan tersebut yang berjudul Presidential Candidate Prabowo Subianto's Address, The Big Rally, Gelora Bung Karno Stadium, Sunday April 1, 2019. Rupanya kalimat dalam versi terjemahan tersebut sedikit berbeda dari pidato Prabowo.

"My fellow countrymen, I'm standing here in front of you because I see that Indonesia is ill now. Our national wealth is continously being taken away, the people's rights are undermined, village head are called out and pressured, Islamic scholars are criminalized, house hold mothers (emak-emak) are [Saudara-saudara sebangsa dan setanah air. Saya berdiri di sini karena saya melihat Indonesia sedang sakit. Kekayaan nasional kita dibawa ke luar negeri, hak-hak masyarakat dirampas, kepala desa dipanggil dan ditekan, ulama dikriminalisasi, emak-emak] .....," begitu kalimat dalam naskah terjemahan itu.

Dalam kalimat itu, tak ada kata-kata Ibu Pertiwi sedang diperkosa seperti yang diucapkan Prabowo dalam pidatonya di depan ratusan ribu pendukungnya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Minggu (7/4/2019). Dalam pidato itu, Ketua Umum Partai Gerindra tersebut berjanji akan melawan ketidakadilan dan melawan pemimpin-pemimpin yang menipu rakyatnya sendiri.

“Saya berpandangan bahwa negara kita sedang sakit, saudara-saudara sekalian. Ibu pertiwi sedang diperkosa,” katanya di Stadion GBK, Minggu (7/4/2019).

Pandangan tersebut, lanjutnya, muncul lantaran banyaknya kekayaan Indonesia yang diambul secara masif dan dibawa ke luar negeri. Bukan itu saja, Prabowo menegaskan saat ini hak-hak rakyat diinjak-injak, khususnya pada Pilpres 2019.

Dia menyebut ada kriminalisasi penegakan hukum yang terjadi oleh beberapa kalangan. “Kekayaan kita diambil terus, hak-hak rakyat diinjak-injak. Kepala desa dipanggil diancam-ancam. Kiai-kiai ulama dikejar-kejar. Emak-emak ditangkap,” ungkapnya.

Kolom 7 hours ago

Bahaya Lethong