Di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Al-Khathath Serukan Simulasi 212 Putihkan TPS

Massa di Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di GBK, Minggu (7/4/2019). (Istimewa - Bisnis.com)
07 April 2019 12:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Ketua Umum Forum Umat Islam Bersatu, Muhammad Al-Khaththath, meminta kepada para pendukung Prabowo-Sandi untuk "memutihkan TPS (Tempat Pemungutan Suara)" saat hari pencoblosan 17 April 2019 mendatang.

Hal itu disampaikan saat mengisi acara kampanye akbar pasangan calon nomor urut 02 Prabowo Subianto - Sandiaga Uno dengan menyampaikan orasi di hadapan hadirin di stadion utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu, 7 April 2019, sekitar pukul 06.15 WIB.

"Simulasi 212 Putihkan TPS, tanggal 17 April diminta 212 pendukung 02 mengadakan subuh akbar dan putihkan TPS. Lalu coblos Prabowo-Sandi," kata Al Khaththat dalam serunya di GBK, Jakarta, seperti dipantau Solopos.com dalam streaming di Youtube, Minggu (7/4/2019).

Lalu, dia menyebutkan beberapa butir penggunaan hak pilih dalam pemilihan umum. Yang pertama, dalam fatwa tersebut berpandangan bahwa islam adalah upaya memilih pemimpin yang memenuhi syarat. Sehingga bisa terwujud cita-cita bersama. Sesuai dengan kata dia seperti aspirasi umat dan kepentingan bangsa. Kemudian memilih pemimpin dalam islam harus berkewajiban memiliki sifat menegakkan imamah, dan umaro.

"Dalam kehidupan bersama, imamah dan imaroh dalam islam mengajarkan syarat-syarat sesuai ketentuan agama agar terwujud kemaslahatan dalam masyarakat," tambah Al-Khathath.

Dia menjelaskan hukumnya wajib jika pemimpin memperjuangkan kepentingan umat Islam. Serta miliki sifat pemimpin yang bertaqwa, jujur dan sidiq. "Memilih pemimpin yang tidak memenuhi syarat-syarat sebagaimana disebut dalam butir 4. Yaitu tidak beriman, tidak bertaqwa, tidak jujur, tidak amanah, tidak aspiratif, tidak fatonah, tidak memperjuangkan umat Islam, hukumnya haram," tegas dia.

Ia juga mengimbau para hadirin agar tak mencoblos paslon yang suka bohong dan "plonga-plongo." Menurut dia, haram hukumnya untuk memilih pemimpin yang suka bohong dan plonga-plongo.

Atau kata dia, jika tidak memilih atau golput padahal ada calo yang memenuhi syarat hukumnya haram. Dia juga meminta fatwa MUI tersebut dipatuhi. "Tolong dibaca fatwa MUI, kalau tidak begitu jelas, tolong ustad setempat memperjelasnya dan dibacakan doa untuk mendapatkan pemimpin yang soleh dan wakil rakyat yang amanah. Setujuuu?" seru Al-Khaththath.

Lalu dia kembali menegaskan untuk semua pendukung usai kampanye agar membuat tim TPS untuk mengumpulkan pendukung prabowo sandi. "Saya minta, tolong pulang dari sini membentuk panitia tim TPS seluruh pemilih 02 kumpulkan pemilih prabowo sandi, kumpulkan selamatkan 212 orang untuk salat berjemaah untuk TPS dan coblos Prabowo-Sandi, coblos pemimpin muslim dan jangan beri kesempatan orang lain. Takbir!!!" seru Al-Khaththath.