Sindir Prestasi Jokowi, Prabowo: Kemiskinan Menurun, dari Kakek ke Cucu

Kampanye Akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019)/Feni Frecinetia - Bisnis
07 April 2019 11:45 WIB Feni Freycinetia Fitriani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto menyindir sikap pemerintah terkait pertumbuhan ekonomi di Indonesis saat melakukan kampanye akbar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Minggu (7/4/2019).

Dalam orasinya, dia menirukan suara dan aksen salah satu pemimpin di Indonesia tanpa menyebutkan nama. "Pemimpin Indonesia memberi sambutan. Saudara-saudara ekonomi Indonesia baik. Pertumbuhan 5%. [Pertumbuhan] 5% endasmu!," katanya di Stadion GBK, Minggu (7/4/2019).

Menurutnya, klaim pemerintah soal pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan tidak sepenuhnya menggambarkan kehidupan nyata masyarakat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomu Indonesia sepanjang 2018 sebesar 5,17%. Angka pertumbuhan ekonomi meleset dari target yang ditetapkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (ABNP) 2018 sebesar 5,4%.

Sementara itu, angka kemiskinan Indonesia pada September 2018 turun menjadi 9,66% dibanding Maret 2018 sebesar 9,82% maupun September 2017 mencapai 10,12%. "Kemiskinan menurun, dari kakek ke cucu,"  ucapnya disambut gelak tawa para simpatisan yang hadir.

Dia menambahkan telah mengumpulkan pakar untuk mengatasi permasalahan ekonomi Indonesia. Salah satunya mantan Menko Maritim Kabinet Kerja Joko Widodo Rizal Ramli.

Menurutnya, Rizal merupakan ahli matematika dan fisika. Prabowo bahkan menyebut RR seharusnya berada di posisi dia saat ini. “[Kalau dilihat] Otaknya harusnya dia jadi presiden, tapi dengan baju menang saya,” kata Prabowo.