Kampanye Superakbar Solo, Kubu Prabowo: Lihat Siapa yang Lebih Banyak!

Sandiaga Uno (kiri) menyapa pendukungnya dalam acara Millennial dan UKM Inspirasi Kewirausahaan Menjadi Pejuang Pencipta Lapangan Kerja di Sritex Arena, Solo, Sabtu (6/4 - 2019). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
07 April 2019 07:30 WIB Mariyana Ricky Prihatina Dewi Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (Prabowo-Sandi) mengaku ingin membuktikan siapa yang bisa mendatangkan massa lebih banyak di antara kampanye super akbar 01 dengan kampanye Tim Kampanye Daerah (TKD) Jokowi-Maruf Amin di Solo.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Ferry Juliantono mengungkapkan sudah mempersiapkan kampanye super akbar Prabowo yang bakal digelar pada Rabu (10/4/2019) mendatang. Seluruh perizinan sudah dirampungkan dan dia memprediksi kampanye itu akan dihadiri 40.000an orang.

“Kampanye sudah mengantongi izin dari semua pihak,” kata Ferry saat mendampingi calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Uno, berkampanye di Sritex Arena, Solo, Sabtu (6/4/2019) sore.

Soal kampanye dari capres dan cawapres 01 yang digelar sehari sebelumnya, Ferry tak mau ambil pusing. Ia menyebut pernah mengajukan izin untuk Kamis (11/4), kemudian pihak Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Solo menyarankan Rabu lantaran pada Jumat (12/4/2019) TKD bakal menggelar kampanye terbuka di tempat yang sama.

“Eh, ternyata mereka malah mau kampanye Selasa [9/2/2019]. Tapi yang pasti hari itu [Selasa] kami sudah harus loading untuk panggung. Kami memastikan tanggal 10 kampanye super akbar akan digelar. Silakan saja mereka mau mengadakan tanggal 9, kita tinggal lihat siapa yang lebih banyak massanya,” pungkas Ferry.

Sementara itu dalam kampanye di Sritex Arena Solo, Sandi menekankan soal survei OECD yang menyebut 2 dari 10 usaha yang gagal diakibatkan oleh minimnya pendampingan. Pendampingan tak hanya bisa dilakukan pemerintah, tapi juga asosiasi pengusaha maupun Rumah Siap Kerja.

“Solo masih terus kami gagas. Rumah ini dilengkapi sejumlah ruangan yang dibuat seperti co-working space, ruang konsultasi pekerjaan, hingga ruang pertemuan. Selain itu, ada tempat olahraga dan tempat yang asyik untuk hang out,” kata Sandi.

Para pencari kerja dikumpulkan dalam satu wadah bersama para pengusaha. Selain mendapatkan bimbingan, mereka juga mendapatkan pelatihan untuk berwirausaha. Sandi juga kembali menyoal sulitnya mendapat izin untuk mengadakan kegiatan yang mengundang non-petahana.

“Saya selalu bilang sama teman-teman kita enggak boleh cengeng, sudah tujuh bulan kita dibeginikan, di ujung jangan cengeng, kita harus kerja keras. Masih ada 11 hari lagi, di Surabaya insya Allah acara serupa akan ada. Meski membedah bagaimana penanganan ekonomi 02, tapi kalau dari 01 mau hadir tetap boleh,” tukasnya.