Sri Mulyani Dapat Penghargaan Lagi, BPN Prabowo-Sandi: Utang Terus Bertambah

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan keterangan kepada wartawan di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF World Bank Group 2018 di Nusa Dua, Bali, Senin (8/10/2018). (Antara/ICom - AM IMF/WBG / M Agung Rajasa)
05 April 2019 16:00 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati kembali mendapatkan penghargaan sebagai menteri keuangan terbaik versi majalah keuangan FinanceAsia. Namun, kubu pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menganggap penghargaan untuk Sri Mulyani itu tak berarti apa-apa.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga menyebut walaupun Sri Mulyani menambah penghargaan, utang Indonesia pasti akan bertambah. Hal tersebut dikatakan Juru Bicara BPN, Andre Rosiade. Dia menyebut sebanyak apapun penghargaan diraih Menkeu Sri Mulyani, fakta utang terus bertambah tidak bisa dibantahkan.

"Artinya bagi kami, ya silakan saja mau 1.000 penghargaan juga, fakta utang bertambah tak bisa kita bantah," ujar Andre di Gedung Dewan Pers, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

Namun, Andre enggan berkomentar mengenai penghargaan yang berdampak pada kubu saingannya. Meski begitu, politikus Partai Gerindra ini juga mengatakan pihaknya tetap mengapresiasi penghargaan yang telah diraih Sri Mulyani.

"Itu hak beliau [meraih penghargaan], kita ucapkan selamat ke Bu Sri Mulyani sudah mendapatkan penghargaan. Kita hormati, apresiasi," pungkas Andre.

Sebelumnya, Menkeu Sri Mulyani kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia. merupakan kali ketiga mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini dinobatkan jadi Menkeu terbaik versi majalah tersebut.

Dalam keterangan tertulis Kementerian Keuangan, Menkeu Sri Mulyani disebut berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,76 persen dari Produk Domestik Bruto).

Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance) yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan.

Sumber : Suara.com