Densus 88 Tembak Mati Keponakan Imam Samudra di Sulteng

Prajurit melakukan penjagaan saat Operasi Tinombala 2016 di Posko Operasi Tinombala 2016 Sektor II Tokorondo, Poso, Sulawesi tengah, Selasa (16/8 - 2016). (Antara)
05 April 2019 15:40 WIB Sholahuddin Al Ayyubi Nasional Share :
Solopos.com, JAKARTA -- Tim Satgas Tinombala dan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror menembak mati terduga teroris atas nama Alqindi alias Muaz alias Alkindi Muttaqien. Alqindi merupakan keponakan dari teroris Imam Samudra.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengungkapkan teroris bernama Alqindi alias Muaz alias Alkindi Mutaqien itu ditembak Tim Densus 88 Antiteror dan Satgas Tinombala. Pasalnya, dia melakukan upaya perlawanan ketika ditangkap di pegunungan Sausu Salubanga, Sausu, Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Menurut Dedi, keponakan teroris Imam Samudra itu ditembak mati bersama tiga terduga teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora lainnya. Mereka adalah Al Haji Kaliki alias Ibrohim, Jaka Ramadhan alias Ikrima alias Rama, dan Andi Muhammad alias Abdullah alias Abdurrahman Al Makasari.

"Kami mengambil tindakan tegas dan terukur karena yang bersangkutan mencoba melawan petugas saat akan ditangkap," tuturnya, Jumat (5/4/2019).

Dedi menjelaskan Polri juga telah mengidentifikasi jenazah Alqindi alias Muaz alias Alkindi Muttaqien hingga ke tempat kelahirannya di Serang, Banten. Hasilnya, menurut Dedi, ditemukan fakta bahwa Alqindi alias Muaz alias Alkindi Mutaqien merupakan keponakan gembong teroris Imam Samudra yang telah dieksekusi mati atas tindak pidana terorisme beberapa tahun lalu.

"Tim kami kirim ke Banten untuk investigasi hal itu dan diketahui bahwa yang bersangkutan adalah keponakan Imam Samudra," katanya.

Sumber : Bisnis/JIBI