Ini Alasan Sri Mulyani Kembali Dinobatkan Jadi Menkeu Terbaik se-Asia Pasifik

Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan keterangan terkait realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (19/3/2019). - ANTARA/Wahyu Putro A
05 April 2019 04:10 WIB N. Nuriman Jayabuana Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali dinobatkan sebagai Menteri Keuangan Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019 versi majalah keuangan FinanceAsia pada 2 April 2019.

Sebelumnya, FinanceAsia telah menobatkan Sri Mulyani sebagai Menkeu terbaik se-Asia Pasifik pada tahun 2017 dan 2018. Menurut FinanceAsia, Sri Mulyani dinilai berhasil membawa perekonomian Indonesia ke arah yang lebih baik, dengan mencatatkan defisit anggaran terendah dalam enam tahun terakhir pada 2018 (1,76 persen dari Produk Domestik Bruto).

Melalui program Amnesti Pajak yang diluncurkan pada tahun 2016-2017, Menkeu Sri Mulyani juga berhasil meningkatkan kepatuhan pajak (tax compliance), yang pada akhirnya berhasil meningkatkan penerimaan perpajakan.

Melalui Global Green Sukuk, Menkeu Sri Mulyani juga mengantarkan Indonesia menjadi negara Asia pertama yang menjual green bonds, surat utang yang digunakan secara spesifik untuk membiayai proyek-proyek untuk iklim dan lingkungan, yang terjual hingga US$1,25 miliar.

Selain itu, di tengah pelemahan nilai tukar seiring perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Pemerintah bersama Bank Indonesia juga dinilai berhasil menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

FinanceAsia mengeluarkan penilaian kinerja Menteri Keuangan di kawasan Asia Pasifik. Media ini melakukan penilaian dengan melihat bagaimana para Menteri Keuangan tersebut mengelola keuangan negara dalam kurun waktu satu tahun di tengah ketidakpastian kondisi ekonomi dan geopolitik global.

Pada awal tahun ini,  Sri Mulyani Indrawati juga dinobatkan sebagai Finance Minister of the Year 2019 Global and Asia Pacific dari majalah keuangan The Banker yang terafiliasi Financial Times.  Salah satu pertimbangan The Banker yaitu perekonomian negara Indonesia masih terjaga ketahanannya di tengah berbagai bencana dan tragedi sepanjang tahun 2018. Defisit Produk Domestik Bruto tahun 2018 diperkirakan sekitar 1,86 persen, lebih rendah dari yang diperkirakan dalam APBN 2018 sebesar 2,19 persen. 

Selain menobatkan Sri Mulyani Indrawati sebagai Menkeu Terbaik di Asia Pasifik Tahun 2019, FinanceAsia juga merilis peringkat untuk para Menteri Keuangan lain di kawasan ini. Peringkat kedua diberikan kepada Carlos Dominguez dari Filipina, peringkat ketiga Heng Swee Keat dari Singapura, peringkat keempat Josh Frydenberg dari Australia, peringkat kelima Paul Chan dari Hong Kong.

Selanjutnya, peringkat keenam Piyush Goyal dari India, peringkat ketujuh Liu Kun dari Tiongkok, peringkat kedelapan Hong Nam-Ki dari Korea Selatan, peringkat kesembilan Lim Guan Eng dari Malaysia, peringkat kesepuluh Apisak Tantivorawong dari Thailand, peringkat sebelas Su Jain-Rong dari Taiwan, dan terakhir Taro Aso dari Jepang.

Kolom 8 hours ago

Puser Parto