Bukan SBY atau Megawati, Ketum Partai Paling Populer adalah Prabowo

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (kiri depan) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kanan depan). - Reuters
04 April 2019 23:45 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA - Lembaga survei Charta Politika merilis hasil penelitian terbaru soal pemilihan umun serentak 2019. Salah satu yang diteliti adalah ketua umum yang paling disukai.

Direktur Riset Charta Politika Muslimin mengatakan bahwa Ketua Partai Gerindra Prabowo Subianto paling disuka publik dengan popularitas 25,2%. “Kedua adalah Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebesar 19,9% dan Susilo Bambang Yudhoyono 18,1%,” katanya di Jakarta, Senin (4/4/2019).

Ketua partai lainnya jelas Muslimin berada pada tingkat popularitas di bawah dua digit. Sedangkan responden yang tidak menjawab adalah 16,1%. “Walaupun kita lihat ada bias popularitas karena ketiganya sama-sama pupuler di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Muslimin menuturkan bahwa hanya akan ada 7 dari 16 partai yang bakal lolos dan melenggang ke Senayan, yaitu PDIP, Gerindra, Golkar, PKB, Demokrat, Nasdem, dan PKS.

Berdasarkan hasil survei, tingkat keterpilihan PDIP sebesar 25,3% disusul Gerindra 16,2% dan Golkar 11,3%. Sementara 4 partai sisanya yang berada di bawah dua digit yakni PKS 8,5%, Demokrat dan Nasdem 5,2%, serta PKS 5%.

Partai yang masih memiliki peluang mencapai ambang batas 4% adalah PAN 3,3%, PPP 2,4%, PSI 2,2%, dan Perindo 2%.

Terakhir, partai yang sulit mencapai ambang batas dan terancam tidak lolos yaitu Hanura 1%, PBB 0,5%, PKPI 0,2%, Garuda 0,2%, dan Berkarya 0,1%. Pemilih yang tidak jawab atau belum menentukan pilihan.

Akan tetapi Muslimin menjelaskan bahwa partai PAN, PPP, PSI, dan Perindo berpeluang melewati ambang batas. “Partai di bawah 4% masih punya peluang lolos dengan catatan memperebutkan undecided voters [menentukan pilihan] dan margin eror ini,” jelasnya. 

Charta Politika melalukan survei pada 19-25 Maret lalu dengan jumlah responden 2.000 orang yang tersebar di seluruh provinsi Indonesia. Tingkat kepercayaan survei ini 95% dan kesalahan kurang lebih 2,19%.