Sakit, Prabowo Batal Kampanye Akbar di Bangka Belitung

Momen Prabowo Subianto dicium seorang nenek di Mataram, Selasa (26/3/2019. (Istimewa - Dok. Prabowo/Sandi Media Center)
04 April 2019 15:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, PANGKALPINANG – Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto, terpaksa batal menghadiri kampanye akbar di Pasir Putih Pangkalpinang, Bangka Belitung, Kamis (4/4/2019). Menurut anjuran dokter, Prabowo tidak memungkinkan hadir.

Ketua Pemenangan Pasangan Capres Prabowo-Sandi Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan meminta doa untuk kesembuhan Prabowo.

"Mari kita mendoakan dan tetap istiqomah memilih Prabowo-Sandi pada pilpres nanti," kata Ketua Pemenangan Pasangan Capres Prabowo-Sandi Provinsi Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan seusai memimpin doa kesembuhan capres nomor urut 2 di Pangkalpinang, Kamis.

Erzaldi mengatakan kejadian hari ini, Prabowo pada pukul 08.00 WIB masih berkomitmen menghadiri kampanye akbar di Lapangan Pasir Putih Pangkalpinang. Pada pukul 09.00 WIB, atas anjuran dokter diberitahukan Prabowo tidak bisa hadir, karena faktor kesehatan yang tidak memungkinkan menghadiri kampanye akbar di provinsi penghasil bijih timah nomor dua terbesar dunia tersebut.

"Beliau pada Rabu (3/4/2019) sengaja menunda berkampanye ke Sumatera Utara memulihkan kesehatan untuk hadir kampanye akbar di Babel, namun apa dikata kesehatan Prabowo tidak memungkinkan hadir di daerah ini," katanya, sebagaimana dilansir Antara.

Erzaldi Rosman Djohan yang mengambil cuti dari jabatannya sebagai Gubernur Kepulauan Babel mengajak masyarakat untuk menyukseskan Pilpres dan Pileg pada 17 April 2019.

"Saya ingin Babel memenangkan pasangan capres nomor urut dua ini, demi kemajuan bangsa ini," katanya.

Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Sujono Djojohadikusumo yang hadir kampaye akbar tersebut mengatakan Prabowo tidak bisa hadir karena sakit.

"Saya sangat kenal sekali kakak Probowo dan beliau tidak pernah ingkar janji," katanya.

Ia prihatin saat ini harga berbagai kebutuhan pokok, tarif listrik, biaya pengobatan, pendidikan dan lainnya yang memberatkan ekonomi masyarakat.

"Pasangan Prabowo-Sandi berjanji akan menurunkan harga-harga tersebut untuk memakmurkan dan memajukan bangsa ini," katanya.