Songsong Kaisar Baru, Jepang Perkenalkan Nama Era Baru Kekaisaran

Kepala Sekretariat Kabinet Jepang Yoshihide Suga memperlihatkan tulisan nama era baru Kekaisaran Jepang yaitu "Reiwa" dalam jumpa pers di Tokyo, Senin (1/4/2019). - JIBI/Solopos/Reuters
01 April 2019 16:55 WIB R Bambang Aris Sasangka Internasional Share :

Solopos.com, TOKYO – Pada 1 Mei mendatang Jepang akan memiliki kaisar baru setelah Putra Mahkota Naruhito resmi menggantikan ayahnya, Kaisar Akihito, yang memakzulkan diri alias lengser dari takhtanya. Untuk menyambut masa pemerintahan kaisar baru ini, Jepang pun memperkenalkan nama era baru untuk kaisar mendatang yaitu Reiwa.

Sesuai tradisi, setiap era pemerintahan kaisar di Jepang selalu dinamai, seperti Meiji (era Kaisar Mutsuhito, 1868-1912), Taisho (era Kaisar Yoshihito, 1912-1926), Showa (era Kaisar Hirohito, 1926-1989). Kaisar Akihito yang kini berkuasa eranya dinamai Heisei, yang artinya "mencapai perdamaian". Arti “Reiwa” sendiri berdasarkan dua karakter huruf Kanji yang dipakai untuk menuliskannya adalah “ketertiban,” “perdamaian,” atau “harmoni.”

Naik takhtanya Putra Mahkota Naruhito ke Takhta Bunga Krisan, julukan untuk takhta Kekaisaran Jepang, akan berlangsung sehari setelah Kaisar Akihito resmi lengser pada 30 April. Turun takhtanya Akihito sekaligus mengakhiri Era Heisei yang dimulai di saat dia naik takhta pada 1989 silam. Inilah kali pertama dalam 200 tahun seorang Kaisar Jepang turun takhta.

Dalam pengumuman nama era baru pada Senin (1/4/2019), Kepala Sekretariat Kabinet Yoshihide Suga, memperlihatkan tulisan nama era baru itu, yang tertulis di bidang putih berpigura warna cokelat dengan goresan tinta hitam. Saat tayangan berita pengumuman nama itu, banyak penonton di TV-TV layar lebar yang ada di Tokyo yang bersorak lalu ramai-ramai memotret adegan saat Suga memperlihatkan tulisan nama era baru Reiwa.

Perdana Menteri Shinzo Abe dalam jumpa pers yang sama menyatakan perkenalan nama baru ini menjadi wujud pengabadian budaya Jepang di dunia modern yang penuh dinamika perubahan. Nama Reiwa, imbuh Abe, diambil dari antologi puisi kuno Jepang, yang merupakan kali pertama ini dilakukan. Selama ini ilham nama era Kekaisaran Jepang diambil dari adopsi kesusasteraan Tiongkok.

Nama era kekaisaran di Jepang bukan sekadar simbol, karena juga digunakan secara resmi dalam korespondensi pemerintahan dan bisnis untuk penanggalan di samping penanggalan Masehi yang digunakan luas. Karena itu pengumuman nama era baru kekaisaran ini dilakukan sebulan sebelum kaisar baru naik takhta untuk memberi kesempatan kantor pemerintah dan dunia usaha melakukan adaptasi dalam sistem komputer.

Sumber : Reuters

Kolom 5 hours ago

Spekulasi