Pendaftaran Beasiswa Santri Berprestasi Dibuka Mulai Hari Ini

Sejumlah mahasantri Ma'had Aly Tasywiquth Thullab Salafiyah (TBS) Kabupaten Kudus, Jateng melakukan praktik mengetahui waktu salat zuhur dengan menggunakan jam matahari di Masjid Al-Aqha, kompleks Menara Kudus, Sabtu (26/5 - 2018). (Antara/Akhmad Nazaruddin Lathif)
01 April 2019 16:10 WIB Septina Arifiani Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA – Pendaftaran Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB) tahun 2019 sudah dibuka. Ada dua pilihan beasiswa, perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.

“Secara resmi, masa registrasi PBSB tahun 2019 dibuka pada hari ini, 1 April 2019,” ujar Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren, Ahmad Zayadi di Jakarta, Senin (1/4/2019), seperti dilansir Kemenag.go.id.

Menurut Zayadi, pendaftaran PBSB 2019 dilakukan secara online, melalui laman https://ditpdpontren.kemenag.go.id/pbsb/. Di dalam aplikasi pendaftaran, santri akan diminta memilih kampus dan program studi yang diminati, baik dalam maupun luar negeri. Sementara ini, untuk PBSB Luar Negeri, hanya ada satu pilihan perguruan tinggi, yakni Universitas Al-Azhar Kairo.

“PBSB dalam negeri dibuka hingga 30 April 2019. Sementara pendaftaran PBSB luar negeri akan ditutup pada 15 April 2019,” terang Zayadi.

Dijelaskan Zayadi, seleksi PBSB Luar Negeri akan dilakukan dalam dua tahap. Pertama, seleksi CBT (computer based test), tes membaca kitab kuning, serta tes wawancara. Santri yang dinyatakan lulus, akan ikut seleksi tahap kedua. Pada tahap II, santri akan diseleksi langsung oleh Syaikh dari Al-Azhar Kairo berupa tes hafalan Alquran sebanyak 2 juz serta tes wawancara berbahasa Arab.

Santri yang lulus seleksi tahap II akan mengikuti proses matrikulasi yang diselenggarakan oleh Pusat Bahasa Arab. Dalam proses ini, penguasaan bahasa akan dibina hingga minimal mencapai level 3 (mutawasith). “Proses tahapan seleksi dan pembinaan PBSB Luar Negeri cukup panjang. Oleh karenanya, periode pendaftarannya dipersingkat,” jelas Zayadi.

Cara Pendaftaran

Kasubdit Pendidikan Pesantren Basnang Said menjelaskan, mekanisme pendaftaran online dilakukan melalui 2 tahapan. Tahap pertama, operator pondok pesantren diminta mendaftarkan profil lembaganya lengkap dengan Nomor Statistik Pondok Pesantren (NSPP).

Jika pondok pesantren belum memiliki NSPP ataupun NSPP yang dicantumkan tidak sesuai dengan database EMIS Ditjen Pendidikan Islam, maka secara otomatis proses registrasi tidak dapat dilanjutkan.

“Bagi pesantren yang telah memiliki NSPP dapat melanjutkan proses registrasi,” ujarnya.

Pada tahap kedua, santri melengkapi form-form pendaftaran, seperti biodata lengkap santri, dokumen dan informasi pribadi dan keluarga, rapot hingga sertifikat prestasi santri.

“Data dan dokumen santri ini yang kemudian akan diseleksi secara otomatis oleh sistem aplikasi pendaftaran,” tutup Basnang.