Rantai Sepeda Putus, Akhir Ciamik Debat Panas Jokowi Vs Prabowo

Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto seusai mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri La, Jakarta, Sabtu (30/3 - 2019). (Antara/Hafidz Mubarak A)
30 Maret 2019 23:44 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Aroma panas di debat keempat Pilpres 2019 di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam, ditutup dengan indah. Di sesi terakhir atau penutup, pernyataan penutup atau closing statements dari kedua capres meredakan panasnya debat yang sempat memuncak di sesi debat terbuka.

Adalah capres nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) yang mengawali pernyataan bernada bersahabat. Mendapatkan kesempatan pertama, Jokowi menekankan dirinya bersahabat dengan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto dan pasangannya Sandiaga Uno. Begitu pula dengan Maruf Amin.

"Saya dan Pak KH Maruf Amin malam hari ini menyampaikan; melalui debat malam ini kita banyak perbedaan pendapat. Namun jangan pernah lupa yang terpenting adalah bukan debat, melainkan masa depan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Juga memahami dan menyayangi rakyat. Juga tentang bagaimana memberikan solusi. Pak Prabowo, saya senang naik sepeda, dan sering rantainya putus, tapi percayalah Pak Prabowo, rantai persahabatan saya dan Pak Prabowo tidak akan putus. Juga tali persahabatan Pak Maruf Amin dengan Pak Prabowo dan Sandi juga tidak akan putus, tali silaturahmi di antara kita," kata Jokowi yang juga diikuti senyum Prabowo.

Begitu pula Prabowo Subianto saat memberikan closing statement. Pernyataannya kali ini menyambut ucapan penutup Jokowi.

"Jadi memang karena ini debat Pak. Audiens kalau melihat kita terlalu bersahabat, gimana gitu. Saya bersahabat dengan beliau, kita berdebat soal kenegaraan. Soal suara keras ini campuran Banyumas dan Minahasa. Aduh ini closing statement [saya] kok begini," kata Prabowo terhenti.

Tapi Prabowo tetap menyayangkan soal pejabat pemerintahan Jokowi yang disebutnya punya budaya ABS alias asal bapak senang. Meski Prabowo tak pernah menyebut siapa namanya.

"Pokoknya percaya Pak, saya juga demikian, saya baik dengan Bapak. Tapi maaf Pak, soal ABS [asal bapak senang] hati-hati Pak. Saya kenal presiden-presiden sebelumnya, Pak Harto, Pak Habibie. Banyak ABS, tapi saya yakinkan bapak tetap bersahabat, tokoh-tokoh sahabat semua. Bu Megawati, Mbak Yenni. kita tidak akan putus persaudaraan kita. Biar rakyat tentukan yang terbaik."

Pernyataan terakhir Prabowo ini ternyata lebih singkat daripada waktu yang diberikan. Bahkan moderator sampai mengingatkannya bahwa masih ada waktu. "Waktu masih pak, apakah akan dilanjut?" tanya moderator. "Ya, mau apa lagi?" sahut Prabowo tersenyum.

Kolom 14 hours ago

Spekulasi