Prabowo Curhat Dituduh Pro Khilafah, Jokowi: Saya Dituduh PKI Biasa Saja!

Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto tiba di lokasi untuk mengikuti debat capres putaran keempat di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3 - 2019). (Antara/Indrianto Eko Suwarso)
30 Maret 2019 21:35 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Sesi kedua debat capres di Hotel Shangri-La Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam, diwarnai saling curhat antara kedua capres. Prabowo Subianto curhat soal tuduhan bahwa dirinya mendukung khilafah, sedangkan Joko Widodo (Jokowi) juga menyampaikan curhatnya soal tuduhan yang kerap dialamatkan kepadanya.

Hal itu menanggapi pertanyaaan panels tentang bagamana menanamkan ideologi Pancasila tanpa pendekatan indoktrinasi. Prabowo menjawab bahwa penanaman Pancasila bisa saja tanpa indoktrinasi, tapi menggunakan edukasi mulai dari TK hingga perguruan tinggi.

"Pancasila ini walaupun kita tidak mau menggunakan indoktrinasi, tapi kita harus memasukkan Pancasila dalam pendidikan bangsa kita. Pendidikan dari kecil, dari awal, dari usia dini, TK, SD, SMP, SMA harus masuk edukasi, bukan indoktrinasi. Baru kita dapat pemahaman universal yang disepakati. Karena ini kesepaktan bangsa dan menjadikan bangsa ini merdeka," kata Prabowo.

Yang penting, kata Prabowo, pemimpin harus memberikan contoh dalam edukasi Pancasila, termasuk dalam memilih pejabat tidak boleh memandang suku, ras, dan agama. "Harus pakai politik persatuan, bukan politok pecah belah, bukan cari kesalahan."

Jokowi memberikan jawaban yang serupa. Bedanya, Jokowi mengatakan pendidikan Pancasila harus dilakukan sejak lebih awal lagi, yaitu PAUD. Namun yang penting adalah memberikan pendidikan secara kultural pada kehidupan sehari-hari, yaitu toleransi.

"Anak-anak harus diberitahu harus bertoleransi karena dengan ribuan suku, bagaimana berkawan dengan anak2 sebangsa setanah air dengan ratusan bahasa berbeda, bertoleransi karena ita berbeda agama," jawab Jokowi.

Dalam tanggapannya, Prabowo curhat bahwa dirinya dituduh anti-Pancasila oleh pendukung Jokowi. "Saya yakin dan percaya pak jokowi pancasilais. saya yakin dan perncaya pak jokwi patriot, nasionalis. karena itu pada waktu pak jokowi dilantik saya datang memberi hormat. Tapi apakah Pak Jokowi paham dan mengerti di antara pendukung Jokowi ada menuding tidak tepat pada saya? Seolah saya pro khilafah, dan saya melarang tahlilan. Saya lahir dari rahim seorang nasrani. Umur 18 tahun saya pertaruhkan nyawa membela Pancasila. bagaimana saya dituduh begitu? Saya percaya pak jokowi tak merestui itu."

Jokowi pun tak mau kalah. Dalam tanggapannya dia mengatakan juga kerap dilanda tuduhan tak masuk akal.

"Saya juga percaya kok Pak Prabowo Pancasilais, nasionalis, saya juga percaya Pak Prabowo patriot. Percaya. Tapi soal tuduh-menuduh, saya juga banyak dituduh pak. 4,5 Tahun ini saya ini dikatakan Pak Jokowi ini PKI, Saya juga biasa2 saja tak pernah saya jawab. Paling penting kita bersama bumikan pancasila supaya pemimpin bisa kasih contoh yang baik, tidak saling menginana, menjelekkan, saya omong apa adanya di politikus kita. Kenapa tidak memberikan contoh baik, sopan santun, toleransi, berkawan, bersahatabat, kenapa tidak seperti itu?" jawab Jokowi.