Ngegas & Bernada Tinggi, Prabowo Sindir Jual Beli Jabatan

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
30 Maret 2019 20:21 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Debat capres yang digelar di Hotel Shangri-La, Jakarta, Sabtu (30/3/2019) malam, awalnya disebut-sebut adem ayem. Namun di sesi pertama, Prabowo Subianto sudah tancap gas dengan menyindir suap jabatan yang beberapa waktu lalu melibatkan politikus PPP Romahurmuziy.

Prabowo sudah melontarkan visi dan misinya dengan nada tinggi dan intonasi yang keras, lebih keras daripada dalam debat-debat sebelumnya. Dia menegaskan komitmennya untuk setia pada Pancasila sebagai ideologi final dan tak akan tergantikan.

"Bagi kami Pancasila adalah ideologi final. Pancasila adalah hasil suatu kompromi besar, suatu kecerlangan, dari generasi pendiri bangsa kita. Pancasila berhasil mempersatukan ratusan ketlompk, etnis, agama besar, budaya-budaya berlainan. Kompromi ini menjadikan bangsa Indonesia. Karena itu kami bertekad mepertahankan pancasila sampai titik darah terakhir," kata Prabowo dengan suara tinggi.

"Saya sudah bersumpah untuk setia pada Pancasila dan UUD 45, kalau ada yang mau merubah ini akan saya hadapi denhgan sluruh kekuatan saya.
di bidang oemerintahan, kami berpendapat, lembaga2 oemerintah hasu kuat, baru program2 pemerintah bisa dijalankan. Tidak mungkin program itu bisa dijalankan kalau kalau masih ada jual beli jabatan," kata Prabowo menyindir kasus yang terungkap KPK belum lama ini.

Negara, kata Prabowo, tidak mungkin melaksanakan pemnbanyunan. Dia berjanji membersihkan lembaga penerintah, memperbaiki lembaga, membersihkan seluruh aparat pemerintah, menghilangkan korupsi.

"Saya berpendapat korupsi Indonesia sudah sangat parah, kalau penyakit ini stadium 4, rakyat tidak ingin sepert ini."

Kolom 5 hours ago

Spekulasi