Bantah Dukung Radikalisme, Prabowo: Takbir Bukan Tanda Radikal

Prabowo Subianto menyapa ribuan pendukungnya di Lapangan Ketang Ternate Baru, Manado, Sulawesi Utara, Minggu (24/3 - 2019). (Antara/Adwit B Pramono)
29 Maret 2019 19:10 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, BANDUNG -- Calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengklaim bahwa dirinya bukan pendukung paham radikal. Apabila menang dalam kontestasi Pemilu Presiden (Pilpres) 2019, dia berjanji akan berdiri di atas semua golongan.

"Takbir bukan menandakan radikal, takbir hanya untuk mengagungkan Allah SWT," kata Prabowo dalam kampanye terbuka di halaman Stadion Pakansari, Bogor, Jumat (29/3/21019).

Prabowo mengatakan apabila memenangkan Pilpres 2019, dirinya dan Sandiaga akan melindungi semua agama, suku, ras, dan semua golongan. Menurut dia, dirinya dan Sandiaga ingin masyarakat Indonesia hidup rukun sehingga jangan mengajarkan kebencian kepada masyarakat.

"Kita ingin hidup rukun dan tidak mengajarkan kebencian," ujarnya.

Prabowo mengatakan dirinya sangat senang didukung para relawan, Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF), dan Front Pembela Islam (FPI) untuk memenangkan Pilpres 2019.

Prabowo juga kembali melontarkan isu kekayaan Indonesia yang lari ke luar negeri. Dia menyampaikan keinginan untuk mengembalikan kekayaan Indonesia dan mengaku prihatin karena kekayaan rakyat Indonesia selama ini sudah banyak diambil pihak luar.

"Kita sudah muak dengan kekayaan bangsa Indonesia dirampok ke luar negeri. Aset negara yang bagus kebanggaan kita, Garuda, Pertamina, PLN, PGN, aset negara yang hebat, tapi kita lihat keadaannya sekarang," ujarnya.

Namun Prabowo enggan menjelaskan lebih lanjut soal tudingan tentang aset BUMN itu. Alasannya, dia akan dituding menyebarkan kabar bohong atau hoaks jika mengatakannya.

Sumber : Antara