Pagi dan Siang, Merapi 3 Kali Muntahkan Awan Panas

Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Bukit Klangon, Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (15/1 - 2019) dini hari. (Antara/Hendra Nurdiyansyah)
29 Maret 2019 15:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Gunung Merapi kembali memuntahkan material awan panas pada Jumat (29/3/2019) hingga beberapa kali. Terakhir, awan panas kembali muncul pada pukul 13.02 WIB dan semuanya mengarah ke hulu Kali Gendol.

Guguran awan panas guguran material vulkanis Merapi pertama terjadi menjelang subuh, tepatnya pada pukul 04.14 WIB dengan durasi 65 detik dan jarak luncur 650 meter. Awan panas kedua muncul hanya berselang 14 menit kemudian yaitu pukul 04.28 WIB dengan durasi 99,4 detik dan jarak luncur 1.000 m. Semuanya mengarah ke hulu Kali Gendol.

Awan panas ketiga terjadi pada Jumat siang pukul 13.02 WIB. Awan panas guguran ini berdurasi 84 detik dengan jarak luncur 850 meter.

"Terjadi awan panas guguran di Gunung #Merapi pada tgl 29/03/2019 pukul 13.02 WIB, durasi 84 detik, jarak luncur 850 meter ke arah hulu Kali Gendol," demikian keterangan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melalui akun Twitter @bpptkg, Jumat.

Berdasarkan pengamatan mulai pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, BPPTKG juga merekam dua kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 42-63 mm selama 65-98 detik, 11 kali gempa guguran dengan amplitudo 9-27 mm selama 23-79 detik, dan dua kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-4 mm selama 25-64 detik.

Pada periode itu, asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal. Ketinggian asap mencapai 100 meter di atas puncak kawah Gunung Merapi.

Sementara cuaca di gunung cerah berawan, dengan angin bertiup lemah ke arah timur dan tenggara, suhu udara 14.5-19.6 derajat Celsius, kelembaban udara 68-84 persen, dan tekanan udara 568.5-708.7 mmHg.

Hingga saat ini BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level II atau Waspada, dan untuk sementara tidak merekomendasikan kegiatan pendakian kecuali untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian yang berkaitan dengan mitigasi bencana.

BPPTKG mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Sehubungan semakin jauh jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG mengimbau warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Sumber : Antara

Kolom 14 hours ago

Spekulasi