17,5 Juta Pemilih Kelahiran Sama: Sudah Dijelaskan KPU, Prabowo Tetap Risau

Calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto saat kampanye terbuka di Karawang, Jawa Barat, Jumat (29/3 - 2019).(Istimewa/Tim Media Prabowo/Sandi)
29 Maret 2019 16:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto kembali mengaku risau dengan potensi kecurangan yang bisa terjadi dalam Pilpres 2019. Dirinya berdalih bukan khawatir dirinya kalah, namun mengaku lebih khawatir bila hak konstitusi rakyat dicurangi di pemilu.

Prabowo meminta kepada penyelenggara pemilu untuk memastikan kecurangan tidak terjadi di Pilpres 2019. Pemilu, katanya, harus berlangsung jujur dan adil demi terwujudnya kedaulatan rakyat.

“Saya mengimbau dan mengingatkan kepada mereka yang ada di lembaga-lembaga penting. Kawan-kawan di KPU, mohon jangan mengizinkan kecurangan terjadi lagi. Saya tidak masalah, siapa pun yang dipilih rakyat saya tunduk dan patuh. Tapi jangan hina dan bohongi rakyat,” katanya saat kampanye terbuka di Karawang melalui keterangan pers, Jumat (29/3/2019).

Prabowo beralasan kekhawatiran itu muncul karena timnya menemukan 17,5 juta nama di daftar pemilih tetap (DPT) yang lahir pada tanggal yang sama dalam jumlah besar. Kubu Prabowo menganggap hal itu mencurigakan, meskipun sudah beberapa kali dijelaskan oleh KPU bahwa fenomena itu sangat wajar terjadi. Bahkan data serupa pada Pilpres 2014 lalu justru lebih besar.

Sementara itu, ada pula warga negara asing pemilik kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) yang masuk ke dalam DPT. Prabowo mengimbau agar kontestasi demokrasi ditempuh dengan cara jujur, transparan, dan tidak tipu-tipu. Prabowo juga tetap mengklaim bahwa 17,5 juta nama itu bermasalah.

“Saya dapat laporan ada 17 juta DPT bermasalah. Berapa pun jumlah yang tidak jelas dari mana asalnya itu, janganlah bohongi rakyat. Untuk apa sih jabatan, ganti kepala desa itu biasa, ganti bupati itu bisa, ganti kepemimpinan itu biasa,” jelasnya.

Di sisi lain capres nomor urut 02 ini berkomitmen mewujudkan pemilu yang bersih, jujur, adil dan, berbiaya murah jika terpilih menjadi kepala negara. “Saya bersaksi di hadapan saudara, saat saya terima mandat rakyat, kemudian saya jalankan lima tahun pemerintahan, saya jamin pemilu yang akan datang adalah pemilu yang paling bersih, paling transparan, paling terbuka, dan paling murah,” ucapnya.

Sumber : Bisnis/JIBI