Mirip Charta Politika, Survei CSIS Sebut Jokowi Unggul 18,1% Atas Prabowo

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
28 Maret 2019 16:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Centre for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei terbaru tentang elektabilitas para calon presiden dan wakil presiden. Hasilnya, elektabilitas paslon petahana Jokowi-Ma’ruf Amin unggul 18,1% dari sang rival Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam survei itu.

Survei tersebut dilakukan pada 15-22 Maret 2019. Hasilnya, elektabilitas Jokowi-Ma’ruf sebesar 51,4%, sedangkan Prabowo-Sandi 33,3%. "Selisih suara kedua pasangan calon 18,1 persen," kata peneliti CSIS, Arya Fernandez, saat merilis hasil survei, Kamis (28/3/2019).

Namun masih ada 14,1% responden yang menjawab tidak tahu atau merahasiakan jawabannya. Menurut Arya, 1,2% responden masih belum menentukan pilihan. "Tingkat kemantapan pilihan pemilih sudah cukup tinggi. Migrasi pemilih antarcalon diprediksi tak akan banyak terjadi," kata Arya.

Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner. Arya juga mengklaim bahwa survei tersebut dilakukan secara mandiri atau dengan menggunakan dana dari CSIS sendiri.

Dengan menggunakan sampel sebanyak 2.000 responden di 34 provinsi, survei itu menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error lebih kurang 2,21% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei ini sejalan dengan hasil survei lembaga lain, yaitu Charta Politika, yang juga dilakukan pada Maret 2019. Dalam survei Maret 2019, Charta Politika mencatat elektabilitas kedua pasangan kandidat sama-sama menunjukkan peningkatan. Elektabilitas Jokowi-Maruf kini mencapai 53,6%, sedangkan Prabowo-Sandi 35,4%. Sementara itu 11% responden lainnya menyatakan tidak tahu atau tidak menjawab.

Dengan demikian, selisih elektabilitas kedua pasangan kini menjadi 18,2%. Keunggulan Jokowi-Maruf atas Prabowo-Sandi tersebut menipis dibandingkan pada Januari lalu yang mencapai 19,1%. Selisih elektabilitas keduanya tampak fluktuatif mengingat pada Oktober 2018 lalu mencapai 17,7% dan pada April 2018 gap keduanya mencapai 28,8%.

Sebelumnya, Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Maruf, Ace Hasan Syadzily, mengomentari hasil popularitas Jokowi vs Prabowo di Google Trends pada hari kedua masa kampanye terbuka yang jaraknya yang cukup jauh. Dia menilai Google trends tidak menggambarkan popularitas pemilih di Indonesia.

"Google trends itu tidak menggambarkan populasi pemilih di Indonesia. Tidak semua rakyat Indonesia membaca dan menggunakan Google untuk menelusuri tentang pemberitaan kampanye capres di Indonesia," kata Ace.

Pernyataan itu menanggapi popularitas kedua capres di Google Trends. Prabowo memperoleh nilai popularitas sebesar 69,38%, sementara Jokowi hanya memperoleh 30,62%. Informasi tingkat popularitas Jokowi vs Prabowo ini diperoleh dari data Google yang diambil pada Senin (25/3/2019).

Tingkat popularitas kedua capres ini diukur dengan membandingkan istilah penelusuran kata kunci “Prabowo” dan “Jokowi” di Google Trends untuk periode satu hari terakhir.

Sumber : Bisnis/JIBI