Hotel Borobudur Siapkan Nasi Goreng Genderuwo, Gratis untuk Amien Rais

Komisaris Hotel Borobudur Ashikin Husein. (Bisnis/Samdysara Saragih)
27 Maret 2019 22:35 WIB Samdysara Saragih Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — PT Jakarta International Hotels and Development Tbk (JIHD) perusahaan pemilik Hotel Borobudur Jakarta meyakini bisnis hotel bintang lima tersebut tidak terpengaruh kendati telah diseret-seret dalam isu politik Pemilu 2019.

Sebelumnya, pada Selasa (26/3/2019), anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno, Amien Rais, meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melakukan tabulasi penghitungan suara berbasis Pemilu 2019 di Hotel Borobudur. Dia menuding hotel tersebut didiami makhluk halus seperti jin dan genderuwo, serta rentan disabotase oleh peretas.

Komisaris JIHD Teuku Ashikin Husein mengaku tidak dapat memahami mengapa salah satu unit bisnis perusahaannya itu mendapat tudingan dari Amien. Dia memastikan Hotel Borobudur hanya menjalankan usaha perhotelan, bukan menjadi tempat untuk melakukan praktik kecurangan pemilu.

“Pernyataan Pak Amien itu tidak benar. Kenapa Hotel Borobudur lebih seksi disebut-sebut? Karena ada KPU, pemilu, dan isu macam-macam,” katanya saat memberikan klarifikasi kepada sejumlah media di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Ashikin menjelaskan Hotel Borobudur memang pernah ditunjuk KPU sebagai tempat tabulasi penghitungan suara pada Pemilu 2009. Hotelnya pun dipilih karena memenangkan tender dari event organizer KPU.

Ketika itu, KPU menggunakan penghitungan berbasis teknologi informasi (TI) selain tetap melakukan penghitungan manual. Namun, kata dia, tidak mungkin perangkat TI KPU diretas mengingat server tidak ditempatkan di hotel tersebut.

Ashikin mengatakan pada Pemilu 2014 KPU tidak lagi mengadakan tabulasi di hotel, melainkan di kantor pusatnya yang beralamat di Jl. Imam Bonjol No. 29, Menteng, Jakarta Pusat. Pada Pemilu 2019 pun, tambah dia, KPU telah resmi mengumumkan bahwa tabulasi hanya digelar di kantor pusat.

Meski demikian, Askhikin menuturkan Hotel Borobudur masih menjadi pilihan KPU untuk mengadakan kegiatan rapat. Sejak 2017 sampai awal 2019, sudah beberapa kali ruang pertemuan Hotel Borobudur dipakai untuk rapat terbatas jajaran KPU.

“Kami sebagai orang bisnis kalau ada yang sewa oke-oke saja dong. Tapi, kalau pun tak pakai tak apa karena pasar kami banyak,” katanya.

JIHD memiliki Hotel Borobudur melalui anak usahanya, PT Dharma Harapan Raya (DHR). Selain Hotel Borobudur, DHR juga mengelola sejumlah hotel di Bali, Cipanas, dan Ancol.

Askhikin optimistis tudingan miring dari Amien Rais tidak berdampak serius bagi bisnis Hotel Borobudur. Bahkan, dia menilai pernyataan bekas Ketua MPR itu dapat menjadi hikmah tim pemasaran.

Mantan Kapolda Bali ini mengaku telah mengusulkan kepada juru masak Hotel Borobudur untuk menyiapkan menu "nasi goreng genderuwo". Seperti halnya menu sop buntut yang digemari oleh pelanggan, kata dia, bukan tidak mungkin nasi goreng genderuwo kelak laris baik karena cita rasa maupun nama yang unik.

“Nanti kami akan gratiskan untuk Pak Amien seumur hidup,” kata pria asal Aceh ini lantas tertawa.

Sumber : Bisnis/JIBI