Amien Rais Tolak Hitung Suara di Hotel Borobudur karena Genderuwo, Ini Jawaban KPU

Amien Rais bersiap menjalani pemeriksaan di Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (10/10 - 2018). (Antara / Reno Esnir)
27 Maret 2019 21:00 WIB Jaffry Prabu Prakoso Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) tidak melakukan penghitungan suara di Hotel Borobudur Jakarta. Alasannya banyak makhluk halus seperti jin dan genderuwo.

Padahal, sejak pemilu 2014 lalu, penghitungan suara memang sudah tidak dilakukan di sana. Komisioner KPU Viryan Aziz mengatakan bahwa proses rekapitulasi penghitungan suara pemilu secara nasional di Hotel Borobudur kali terakhir dilakukan pada 2009 lalu.

“Kan pemilu 2014 di Kantor KPU. Kami sejak awal sudah merencanakan rekapitulasi nasional di Kantor KPU,” katanya di Jakarta, Rabu (27/3/2019).

Sebelumnya, Amien menuduh setiap kali penghitungan suara dilakukan di sana selalu gagal karena terserang peretas. Akan tetapi Viryan memastikan penghitungan suara dilakukan melalui manual, bukan elektronik.

“Dari pemilu ke pemilu. Klir itu. Dan bisa dilihat di regulasi kita bisa dilihat dalam rekam jejak KPU selama ini seluruhnya dilakukan secara manual,” Jelasnya.

Kalaupun menggunakan teknologi, KPU hanya menggunakan untuk Sistem Informasi Penghitungan (Situng). Hal ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan publik terkait informasi perolehan suara seluruh peserta pemilu yang dilakukan secara cepat.

“Namun penghitungan itu bukanlah yang menjadi dasar. Yang menjadi dasar adalah rekapitulasi berjenjang dari kantor kecamatan, nanti direkap lagi Kantor KPU kabupaten/kota, direkap lagi di Kantor KPU provinsi, direkap lagi di KPU RI,” ucapnya.

Oleh karena itu, jika ada pihak yang khawatir penghitungan suara akan diretas seperti yang dikhawatirkan Amien Rais, Viryan memastikan itu tidak akan pernah terjadi.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 5 hours ago

Spekulasi