Punya 330 Koleksi, Museum KA Ambarawa Diserbu 3.000 Turis per Pekan

Pengunjung menyaksikan koleksi Museum Kereta Api Ambarawa, Kabupaten Semarang, Selasa (26/3 - 2019). (Solopos.com/Abdul Jalil)
27 Maret 2019 15:05 WIB Abdul Jalil Nasional Share :

Solopos.com, SEMARANG -- Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, menjadi salah satu pusat sejarah perkeretaapian di Indonesia. Di kota ini, ada Museum Kereta Api berisi ratusan koleksi barang-barang bersejarah dan puluhan lokomotif kereta uap.

Solopos.com berkesempatan mengunjungi Museum Kereta Api di Ambarawa bersama jajaran PT KAI Daops VII Madiun, Selasa (26/3/2019). Pada Selasa pagi kemarin, puluhan pengunjung memadati kawasan wisata sejarah di Kota Ambarawa.

Terlihat para pengunjung sebagian besar merupakan anak kuliahan dengan jas almamater mereka. Ada yang berasal dari kampus di Jakarta, ada juga mahasiswa dari kampus di Yogyakarta. Selain itu, tampak beberapa turis asing melihat-lihat koleksi di Museum KA Ambarawa.

Supervisor Museum Kereta Api Ambarawa, Thanti Feliana, menyampaikan di Museum KA Ambarawa memiliki koleksi sebanyak 330 barang mulai dari mesin ticketing, alat timbangan, dan perlengkapan perkeretaapian.

Selain itu, museum yang beralamat di Jl. Panjang Kidul No. 1, Panjang, Ambarawa, itu juga memiliki koleksi 24 unit lokomotif kereta uap. Tiga lokomotif uap di antaranya masih beroperasi hingga saat ini namun hanya untuk kegiatan wisata.

"Kalau yang lain kemungkinan masih bisa dijalankan. Tapi ya butuh perbaikan," kata dia saat berbincang dengan Solopos.com.

Thanti menyampaikan jumlah wisatawan yang berkunjung ke Museum KA ini setiap pekan rata-rata mencapai 3.000 orang. Pengunjung paling banyak datang di hari Sabtu dan Minggu karena ada kereta wisata yang dioperasikan dari Stasiun Ambarawa ke Stasiun Tuntang.

Selain dikunjungi wisatawan domestik, kata dia, Museum KA Ambarawa ini juga kerap jadi jujukan turis asing. Rata-rata mereka ingin menikmati kereta uap yang hanya ada di Museum KA ini.

"Tahun 2018 jumlah turis asing mencapai 850 orang. Tahun ini, sampai bulan Maret ini sudah ada 250 orang turis asing," ujar Thanti.

Untuk harga tiket masuk museum, anak-anak Rp5.000/orang dan dewasa Rp10.000/orang. Sedangkan tiket kereta api wisata dihargai Rp50.000/orang.

"Tiket ini harganya flat. Jadi mau liburan atau acara besar harga tiketnya tetap sama," ujarnya.

Selain menjadi tempat wisata, museum ini juga kerap dijadikan jujukan tempat wisata sejarah dan objek penelitian mahasiswa.

Seorang mahasiswa dari Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Andrew, mengatakan dirinya bersama-sama temannya datang ke Museum KA ini untuk melihat koleksi tentang perkeretapian di Indonesia.

Nantinya seluruh peserta yang ikut dalam studi lapangan ini diwajibkan untuk membuat laporan. "Ini kegiatan kuliah lapangan. Jadi di Museum KA Ambarawa ini salah satu tempat yang dikunjungi," kata dia. 

Kolom 14 hours ago

Spekulasi