2018, Perusahaan Sandiaga Saratoga Investama Rugi Rp6,2 Triliun

Presiden Komisaris PT Saratoga Investama Sedaya Tbk. Edwin Soeryadjaya (kedua kanan), Presiden Direktur Michael W. P Soeryadjaya (kiri), Direktur Keuangan Lany Djuwita (kedua kiri) dan Direktur Andi Esfandiari, berbincang di sela-sela RUPST dan RUPSLB Saratoga, di Jakarta, Selasa (26/6 - 2018). (Bisnis/Nurul Hidayat)
27 Maret 2019 05:30 WIB Emanuel B. Caesario Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — PT Saratoga Investama Sedaya Tbk menutup tahun 2018 dengan mencatatkan rugi bersih senilai Rp6,2 triliun. Kondisi ini berbalik dibandingkan 2017 yang masih berhasil mencatatkan laba Rp3,3 triliun.

Perusahaan investasi yang sebagian sahamnya dimiliki Sandiaga Uno ini membukukan kerugian akibat turunnya harga saham sejumlah anak usaha yang dimiliki langsung oleh emiten dengan kode saham SRTG ini. Anak usaha tersebut yakni PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG).

Oleh karena kerugian disebabkan oleh penurunan harga saham, maka kerugian yang diderita SRTG ini belum terealisasi. Di sisi lain, perusahaan itu membukukan realisiasi pendapatan lebih dari Rp1,1 triliun sepanjang 2018. Sebanyak Rp900 miliar di antaranya berasal dari pendapatan dividen yang dikantongi perseroan dari anak usaha. Selain itu, perseroan juga mendapatkan keuntungan dari hasil inevestasi lainnya.

Kinerja laba SRTG yang kurang memuaskan disebabkan beragam faktor eksternal, seperti kenaikan suku bunga, melemahnya mata uang dan harga komoditas yang fluktuatif yang menyebabkan tekanan pada IHSG. Alhasil, tekanan ini menciptakan dampak buruk untuk kinerja harga saham dari portofolio investasi.

Total aset Saratoga sebesar Rp20,1 triliun yang diatribusikan kepada perusahaan investasi yang fokus pada tiga sektor utama, yaitu sumber daya alam, infrastruktur dan konsumen barang dan jasa.

Presiden Direktur SRTG, Michael Soeryadjaya, menjelaskan bahwa kinerja perusahaan pada 2018 menggambarkan strategi investasi Saratoga mampu menghasilkan hasil yang optimal. Secara fundamental, perusahaan-perusahaan investasi Saratoga juga tumbuh secara positif dan terus meningkatkan nilai tambah perusahaan melalui strategi pertumbuhan organik dan non organik.

"Kami bangga dengan kinerja perusahaan investasi kami di tengah tantangan bisnis yang sangat dinamis pada tahun 2018. Disiplin dan kehati-hatian dari tim investasi kami merupakan kunci keberhasilan Saratoga dalam mencapai pengembalian investasi yang optimal," katanya dalam keterangan pers, Selasa (26/3/2019).

Michael mengatakan pendapatan dividen yang tinggi menunjukkan kinerja operasional dan bisnis yang kuat dari perusahaan investasi. Dirinya mengaku bangga dengan hasil yang diperoleh SRTG, tidak saja karena pertumbuhan pendapatan dividen yang konsisten, tetapi juga diversifikasi perusahaan investasi yang berkontribusi pada dividen.

Menurutnya, rugi investasi dari penurunan harga saham merupakan kondisi normal sebab pasar selalu melalui berbagai tahap volatilitas. Sebagai investor jangka panjang, Saratoga tetap percaya diri pada prospek perusahaan investasi dan percaya bahwa harga saham pada akhirnya akan mampu menyamai fundamental perusahaan.

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 14 hours ago

Spekulasi