Jokowi & Prabowo Janjikan Sembako Murah, Efektif Gaet Pemilih?

Joko Widodo bersalaman dengan Prabowo Subianto usai Debat Pertama Capres & Cawapres 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurinawan)
27 Maret 2019 12:40 WIB Danang Nur Ihsan, Newswire Nasional Share :

Solopos.com, DUMAI — Selama tiga hari kampanye terbuka, dua calon presiden (capres), Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto, sama-sama menjanjikan program sembako murah.

Capres nomor urut 01 Jokowi menawarkan sembako murah lewat program Kartu Sembako Murah yang akan diterapkan pada 2020. Capres nomor urut 02 Prabowo menjanjikan harga sembako murah dalam 100 hari pemerintahannya.

Saat berkampanye di Dumai, Riau, Selasa (26/3/2019), Jokowi menunjukkan Kartu Sembako Murah sebagai program andalannya bersama Kartu Pra-Kerja dan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah.

”Ibu-ibu tunjuk jari, ini banyak ibu-ibu. Kartu ini [Kartu Sembako Murah] diberikan kepada ibu-ibu agar kalau beli sembako baik beras, gula, maupun minyak bisa mendapatkan diskon yang besar dengan kartu ini, siapa yang setuju tunjuk jari," kata Jokowi saat berkampanye di Lapangan Taman Bukit Gelanggang, Dumai, Riau.

Prabowo saat berkampanye di Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan sudah berkonsultasi dengan para ahli dan menjamin bakal menurunkan harga sembako di 100 hari pemerintahannya.

”Saya tanya harga daging bisa enggak diturunkan berapa ratus hari, kalau daging enggak sampai 100 hari. Sekarang yang ambil untung kelewatan. Kita akan turunkan harga sembako. Untuk rakyat kita tidak boleh ada yang miskin di republik kita, tidak boleh ada yang putus asa di republik kita ini,” kata dia sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Narasi kampanye sembako murah oleh dua capres dilakukan Jokowi dan Prabowo sejak hari pertama kampanye terbuka, Minggu (24/3/2019). Jokowi mengumbar Kartu Sembako Murah saat berkampanye di Kota Serang, Banten. Kemudian kembali menyampaikan hal yang sama saat berkampanye di Jember, Jawa Timur, Senin (25/3/2019).

Hal yang sama dilakukan Prabowo. Ketua Umum Partai Gerindra ini menyatakan bisa menurunkan harga sembako dalam 100 hari pemerintahannya saat berkampanye di Lapangan Karebosi, Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu. Hal yang sama kembali disampaikannya saat berkampanye di Denpasar, Bali dan Lombok, Nusa Tenggara Barat, Selasa.

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan startegi pemenangan telah ditunjukan oleh masing-masing tim kampanye capres-cawapres selama enaam bulan terakhir. Saat ini yang dapat dilakukan masing-masing pasangan calon adalah janji perubahan yang ditawarkan jika terpilih.

”Jadi kalau di iklan- iklan, Pak Jokowi memposisikan memberikan tiga kartu kartu dan lain pihak nomor 02, itu sembako murah, pangan murah, dan lapangan kerja. Jadi di sana nanti berputarnya strategi itu. Bagi masyarakat yang mana yang dirinya harapkan masa depanya," kata dia.

Berdasarkan hasil survei Charta Politika isu sembako menjadi yang teratas berkaitan dengan persoalan yang dihadapi masyarakat. Saat disodori pertanyaan tentang persoalan paling pokok yang dihadapi masyarakat Indonesia saat ini, sebanyak 36,3% responden menyatakan harga kebutuhan pokok mahal. Setelah itu 17% menyatakan susahnya mencari lapangan kerja dan 8,3% menyatakan biaya pendidikan dasar dan menengah mahal, serta sisanya beragam. Survei Charta Politika itu dilakukan 1-9 Maret terhadap 2.000 responden dengan margin of error 2,19%.

Sedangkan dalam survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), saat responden ditanya tentang pemenuhan kebutuhan pokok sekarang dibandingkan setahun lalu, 43% menyatakan semakin berat, 38% menyatakan sama saja, dan 19% menyatakan semakin ringan. Saat ditanya mengenai kinerja pemerintahan Jokowi dalam membuat harga kebutuhan pokok terjangkau, SMRC menyebut 38% tidak ada perubahan, 33% menyatakan semakin baik, dan 27% semakin buruk.

”Secara lebih spesifik, yang masih kurang positif adalah evaluasi atas kebutuhan pokok [sembako] adalah yang merasakan sekarang lebih berat lebih banyak dari yang mengatakan sebaliknya. Namun trennya semakin positif bahkan pada survei terakhir, yang menyatakan lebih ringan lebih tinggi dari yang mengatakan lebih berat,” sebut SMRC dalam hasil survei sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman saifulmujani.com. Survei SMRC dilakukan 24 Februari-5 Maret terhadap 2.820 responden dengan margin of error 2%.

Sumber : Antara, Detikcom, Bisnis.com

Kolom 12 hours ago

Puser Parto