Usai Bercinta Bertiga, Istri Tikam Alat Vital Selingkuhan Suami

Kondisi pria dan selingkuhannya seusai penusukan di Sibu, Sarawak, Malaysia, Minggu (24/3 - 2019). (Worldofbuzz.com)
26 Maret 2019 21:40 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SIBUKisah tragis yang dipicu cinta segitiga terjadi di Sibu, Sarawak, Malaysia, Minggu (24/3/2019) sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Akibat terbakar api cemburu, seorang perempuan 46 tahun nekat menusuk alat vital perempuan berusia 34 tahun yang merupakan selingkuhan suaminya.

Dilaporkan World of Buzz, Senin (25/3/2019), kisah tragis itu bermula kala hubungan pasangan suami istri yang tak disebutkan identitasnya itu sudah mulai renggang. Sang suami yang lebih muda 18 tahun dibanding istrinya mulai berselingkuh dengan perempuan 34 tahun.

Rupanya, sang istri mengetahui jika suaminya telah berselingkuh. Bukannya marah, sang istri justru meminta kepada suaminya untuk berhubungan badan bertiga. Ya, dengan selingkuhan suaminya.

Di tengah gairah yang membara saat bercinta bertiga, sang istri izin keluar kamar untuk ke toilet. Sedangkan si suami masih asyik memadu kasih dengan selingkuhannya di kamar.

Tak diduga, si istri kembali ke kamar membawa pisau dan langsung menikam alat vital selingkuhan suaminya. Tak pelak ranjang tempat mereka memadu kasih dipenuhi darah.

Si suami yang panik bergegas keluar kamar dan meminta saudaranya untuk mengejar si istri yang melarikan diri. Si selingkuhan pun langsung dilarikan ke rumah sakit karena telah mengeluarkan banyak darah.

Beruntung, meski ditusuk di bagian alat vitalnya, perempuan 34 tahun tersebut masih mampu bertahan hidup. World of Buzz melaporkan si istri yang melakukan penusukan tertangkap malam itu juga.

Akibat perbuatannya menusuk alat vital selingkuhan suaminya, si istri harus siap menghadapi proses hukum. Aparat menyebut si istri dianggap telah sengaja membuat orang lain celaka dan akan dihadapkan dengan hukuman kurungan penjara. Sayangnya, tak disebutkan berapa lama ancaman hukuman kurungan penjara yang akan dijatuhkan.