Anak Wali Kota Risma Diperiksa terkait Amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya

Fuad Bernardi (Detik.com)
26 Maret 2019 19:55 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SURABAYA -- Anak Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Fuad Benardi, menjalani pemeriksaan di Mapolda Jawa Timur (Jatim), Selasa (26/3/2019), terkait kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng Surabaya.

Fuad seusai diperiksa di gedung Subdit IV Tipidter Polda Jatim sekitar pukul 12.30 WIB mengaku dirinya menjalani pemeriksaan sebagai saksi amblesnya Jalan Gubeng yang terjadi beberapa waktu lalu.

"Ada 20 [pertanyaan], dari jam 09.00 WIB," ujar Fuad sembari jalan menuju ke mobil pribadinya yang dilansir Antara.

Fuad mengaku tidak tahu apa pun mengenai kasus tersebut.

"Masalah ini loh, Gubeng itu lo. Sudah ndak tahu, saya kan ndak tahu apa-apa masalah itu. Yang penting saya datang," katanya.

Fuad Bernardi juga menyatakan dirinya tidak berperan apa pun dalam kasus Jalan Raya Gubeng. Ia berulang kali menegaskan hanya sebagai saksi.

"Gak tahu, ndak ada kok [peran saya]. Yang ngurus perizinan? Enggak. Perencanaan? Nggak ada, perencanaan itu apa ya," ucap Fuad.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan pemeriksaan terhadap Fuad menandakan polisi tidak tebang pilih dan hukum tidak tajam ke bawah tapi tumpul ke atas terkait masalah amblesnya Jalan Raya Gubeng.

"Kami mau membuktikan dari Jawa Timur siapa saja yang terkait masalah Gubeng, ya kami periksa, termasuk perizinannya dan mereka-mereka yang terlibat di dalamnya," ujarnya.

Barung mengatakan, sebelumnya Polda Jatim telah menetapkan enam tersangka kasus itu dan saat ini pihaknya tengah mendalami bagian perizinan proyek jalan tersebut.

Mengenai Fuad yang diduga merupakan bidang perencanaan perusahaan proyek, Barung mengatakan polisi sedang menelusurinya. "Bagian yang berkaitan dengan perizinan itu kan ada siapa yang mengeluarkan izin, siapa yang mengurus, siapa yang pintu keluar, itu yang kami telusuri," ucapnya.

Frans menambahkan tidak menutup kemungkinan Fuad Bernadi bakal diperiksa lagi selama proses hukum atas kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng.

"Jadi masih tidak menutup kemungkinan [dipanggil lagi untuk pendalaman], kita liat saja nanti," katanya saat dimintai konfirmasi Bisnis, Selasa.

Dia mengatakan pemanggilan Fuad juga untuk menggali data dan informasi agar bisa membuktikan materiil apa yang menjadi penyebab longsornya badan Jl. Gubeng tersebut.

Fokus pemeriksaan Fuad tersebut lebih terkait perizinan proyek bangunan basement yang menjadi bagian dari rangkaian seluruh pelaksanaan proyek gedung untuk RS Siloam.

Adapun peristiwa amblesnya Jl. Gubeng tersebut terjadi pada 18 Desember 2018. Amblesnya jalan sejauh ini diduga karena kesalahan teknis proyek basement yang rencananya akan digunakan sebagai fasilitas parkir RS. Siloam.

Dari peristiwa itu, hingga kini sudah ada enam tersangka yang ditetapkan oleh Polda Jatim, di antaranya berinisial RW selaku project manager PT NKE, kemudian RH selaku project manager PT Saputra Karya, lalu LAH sebagai engineering supervisor PT Saputra, BS sebagai Dirut PT NKE, inisal A sebagai side manager PT NKE, dan insial A sebagai side manager PT SK (Saputra Karya).

Terkait pemeriksaan anaknya dalam kasus Jalan raya Gubeng, Wali Kota Risma belum mau berkomentar. Kabag Humas Pemkot Surabaya M. Fikser mengatakan Risma dan Fuad belum bertemu. Sehingga Risma masih belum bisa memberikan keterangan atau klarifikasi terkait putranya.

"Saya juga minta ke teman-teman biarkan nanti kalau ibu sudah ketemu putranya beliau pasti sebagai seorang ibu pasti bertanya persoalan ini," kata Fikser kepada detikcom di kediaman wali kota di Jalan Sedap Malam, Selasa.

"Karena ibu (Risma) sendiri dalam hal perizinan ini kan tidak pernah ikut campur. Jadi nanti pasti ada komunikasi antara ibu dan anak. Saya tahu bahwa teman-teman pasti ingin mendapatakan informasinya. Tapi pasti ada waktunya dari beliau untuk teman-teman sebagai bentuk klarifikasi," lanjutnya.

Sumber : Antara, Bisnis.com, Detik