Nazaruddin Kiemas Adik Ipar Megawati, Meninggal Dunia

Ketua Umum DPP Banteng Muda Indonesia (BMI) Nazarudin Kiemas (kiri) dan Saifullah Yusuf (ketiga dari kiri) berjalan bersama di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (18/2 - 2018). (Antara/Didik Suhartono)
26 Maret 2019 17:00 WIB John Andhi Oktaveri Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA — Berita kepergian politikus senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Nazaruddin Kiemas, segera menyebar di kalangan wartawan yang sehari-hari meliput di lingkungan Gedung DPR, Selasa (26/3/2019). 

Nazaruddin Kiemas adalah adik ipar Ketuam Umum PDIPS Megawati Soekarnoputri, karena di adalah adik kandung mantan Ketua MPR almarhum Taufiq Kiemas mendiang suami Megawati. Nazaruddin Kiemas saat ini adalah Ketua Umum DPP Banteng Muda Indonesia (BMI).

Berawal dari pesan singkat yang belum terkonfirmasi, berita duka itu akhirnya segera terang setelah bendera setengah tiang terpasang di halaman gedung Wakil rakyat tersebut. Sebuah tradisi yang selalu dijalankan di Senayan apabila ada salah satu dari anggota parlemen yang meninggal dunia. 

Berita itu dikonfirmasi oleh Salman, asisten pribadi almarhum yang sehari-hari mendampingi beliau sebagai wakil rakyat mewakili Daerah Pemilihan Sumatera Selatan (Sumsel) I. Tidak banyak informasi yang bisa didapatkan dari pria itu karena pesan yang disampaikan hanya sekedar pemberitahuan berita duka. 

Nazaruddin Kiemas saat ini masih tercatat sebagai calon anggota legislatif untuk daerah pemilihan yang sama. Kali ini merupakan pencalonannya yang kelima sebagai anggota parlemen di Senayan. 

Oleh fraksinya, Nazaruddin Kiemas selama ini ditempatkan di Komisi VII DPR yang mengurusi permasalahan yang banyak menangani soal energi sumber daya mineral. Sebelumnya, pada periode 2004-2009, Nazaruddin juga menjadi anggota DPR melalui Dapil yang sama.

Nazaruddin menikah dengan seorang wanita bernama Lyna Soertidewi dan telah dikaruniai tiga orang anak. 

Giri Ramada Kiemas merupakan salah satu putranya yang maju di Pilgub Sumsel mendampingi Dodi Alex Noerdin tahun lalu. Hanya saja pasangan itu kalah dari pasangan Herman Deru bersama Mawardi Yahya.

Politisi kelahiran 25 Januari 1949 itu sempat mengenyam pendidikan di  Institut Teknologi Bandung (ITB) dan menduduki posisi Ketua Dewan Mahasiswa pada 1979 sebelum masuk ke dunia usaha dan akhirnya berlabuh di kancah perpolitikan nasional. 

Sumber : Bisnis/JIBI