Buntut Kasus Rommy: KPK Telusuri Aliran Suap dan Rekomendasi

Petugas memperlihatkan barang bukti dari hasil kegiatan operasi tangkap tangan di Jawa Timur, Jumat (15/3 - 2019) dengan tersangka Ketum PPP Romahurmuziy. (Bisnis/Ilham Budiman)
26 Maret 2019 05:30 WIB Ilham Budhiman Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama tahun 2018-2019, Senin (25/3/2019). Ini adalah pendalaman kasus yang menerpa mantan ketua umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy. 

Dari tiga orang yang dipanggil penyidik, hanya dua yang memenuhi panggilan KPK. Mereka adalah ASN di Kemenag Kanwil Yogyakarta Abdul Rochim, dan tokoh PPP Jatim Asep Saifuddin Chalim. Sementara satu saksi yang tidak memenuhi panggilan KPK adalah anggota DPRD sekaligus Ketua DPW PPP Jatim H.M Musyaffa Noer.

"[yang bersangkutan] Menyampaikan informasi tidak bisa memenuhi pemeriksaan hari ini, namun alasan ketidakhadiran tidak cukup jelas," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah, Senin (25/3/2019).

Adapun hasil pemeriksaan saksi untuk tersangka mantan Ketum PPP Romahurmuziy, tim penyidik KPK menggali keterangan dari Abdul Rochim soal aliran dana. Sementara untuk saksi Asep Saifuddin Chalim, tim penyidik KPK mendalami terkait dengan pengetahuan saksi tentang relasi tersangka Romahurmuziy dan mantan Kakanwil Kemenag Jatim Haris Hasanuddin.

Tak hanya itu, KPK juga tak luput memintai keterangan terhadap dua saksi soal informasi rekomendasi yang disampaikan Romahurmuziy alias Rommy saat pemeriksaan perdana sebagai tersangka beberapa waktu lalu.

"Apakah misalnya yang bersangkutan pernah mengetahui adanya informasi usulan atau rekomendasi yang diberikan terkait hal tersebut," ujar Febri.

Dalam perkara ini, Febri mengaku tim penyidik akan terus menggali informasi terkait aliran dana untuk tersangka Rommy dari para saksi yang dihadirkan. Termasuk juga relasi hubungan antara Rommy dan Haris. "Bentuknya bagaimana [rekomendasi] itu juga jadi salah satu poin yang kami dalami."

Menurut dia, KPK tak menutup kemungkinan akan menelusuri lebih jauh ke pengembangan selanjutnya soal kemana aliran dana itu diberikan. Namun, saat ini fokus KPK adalah terkait pembuktian pengisian jabatan di Kemenag.

"Nanti akan ditelusuri lebih lanjut aliran dana ke mana dan arus uangnya ke mana, mungkin nanti pada saat pengembangan," katanya.

Sementara itu, sebelumnya tokoh PPP Asep Saifuddin Chalim membantah pernyataan Rommy terkait penyampaian rekomendasi nama Haris Hasanuddin yang pantas menjadi Kakanwil Kemenag Jatim. "Yang jelas kalau saya berikan rekomendasi, itu salah betul," katanya usai diperiksa KPK, Senin (25/3/2019).

Namun, dia mengaku memang mengenal tersangka Haris Hasanuddin sebagai salah satu murid mengajinya. Akan tetapi, sudah lama tak berkomunikasi dengan Haris meskipun mertua Haris adalah tetangganya. "Sudah hampir tidak pernah komunikasi. Saya enggak pernah komunikasi."

Adapun ketika disinggung soal nama Rommy, dia mengaku tidak ingat kapan terakhir kali berkomunikasi dengannya. "Saya lama sekali enggak [komunikasi] dengan Rommy," katanya. 

Dia juga tak tahu menahu soal ada seleksi jabatan tertinggi di Kemenag. "Ndak tahu. Saya kurang tahu-menahu soal [kasus] itu."

Sumber : Bisnis/JIBI

Kolom 5 hours ago

Spekulasi