Survei: Hoaks PKI & Aseng, Alasan Sebagian Pendukung Prabowo Tak Pilih Jokowi

Joko Widodo dan Prabowo Subianto bersalaman disaksikan Ketua KPU Arief Budiman (tengah) saat debat capres 2019 putaran kedua di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2 - 2019). (Antara/Akbar Nugroho Gumay)
25 Maret 2019 17:30 WIB Adib Muttaqin Asfar Nasional Share :

Solopos.com, SOLO -- Tingkat kemantapan para pemilih terhadap capres-cawapres menjelang Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 dinilai sudah sangat tinggi. Ada beberapa faktor yang membuat para pemilih enggan mengubah pilihan mereka dan tak mau memilih calon lainnya, termasuk efek hoaks politik yang masif sejak beberapa waktu lalu.

Hal itu tercermin dalam hasil survei terakhir Charta Politika pada Maret 2019 yang dipublikasikan pada Senin (25/3/2019). Survei itu menelisik alasan para pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang sudah mantap atau tak ingin memilih Joko Widodo-Maruf Amin (Jokowi-Maruf).

Alasan terbesar adalah ada anggapan Jokowi tidak bisa dipercaya yang disampaikan oleh 16,5% pendukung Prabowo-Sandi. Anggapan miring lainnya yang menjadi alasan adalah Jokowi dianggap tak menepati janji (14%) dan kurang tegas (8,3%).

Persepsi lain yang cukup besar membuat mereka tak mau memilih Jokowi adalah anggapan Jokowi berpihak kepada asing/aseng (6,9%), anggapan kurang berpihak pada Islam (3%), dan anggapan Jokowi tak bisa memimpin (2,1%).

Bahkan, masih ada yang percaya anggapan bahwa Jokowi melindungi PKI (2,1%), menyudutkan ulama (1,8%), dan memecah belah umat Islam (1,3%). Padahal, hoaks politik tentang PKI yang muncul sejak 2014 itu sudah kerap dibantah, bahkan oleh Jokowi sendiri dalam berbagai pidatonya.

Sementara itu di kalangan pendukung Jokowi-Maruf, sejumlah persepsi tentang Prabowo mendominasi alasan mereka tak mau memilih Prabowo-Sandi. Alasan terbesar adalah Prabowo dinilai belum berpengalaman (16,4%), ambisius (15%), dan mereka belum tahu program kerjanya (10,1%).

Mereka juga enggan memilih Prabowo karena banyaknya hoaks (7,6%), persepsi arogan (6,4%), dan persepsi menggunakan segala cara untuk menang (6,2%).

Hasil survei Charta Politika ini juga menunjukkan tingkat kemantapan di kalangan pemilih Joko Widodo-Maruf Amin mencapai 82,8%. Begitu pula tingkat kemantapan pemilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno yang mencapai 80,6%.