BPN Prabowo-Sandi Akui Jateng Medan Berat, Juga Daerah-Daerah Ini

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno di Debat Capres 2019, Kamis (17/1/2019). (Antara - Sigid Kurniawan)
24 Maret 2019 16:45 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, JAKARTA -- Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Djoko Santoso, mengakui wilayah Jawa Tengah termasuk medan yang berat pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2019.

"Paslon nomor 02 Prabowo-Sandiaga di Jateng perlu perjuangan, karena termasuk medan yang berat," kata Djoko Santoso, disela kampanye terbuka perdana pasangan calon 02 di Lapangan Banyuanyar, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jateng, Minggu (24/3/2019).

Pada kampanye akbar yang digelar oleh relawan Pengusaha Solo dan Sekitarnya (Pesona) #02 bekerja sama dengan BPN Prabowo-Sandiaga tersebut, diawali dengan berolahraga bersama dan kemudian melakukan orasi dukungannya terhadap pasangan calon 02.

Djoko Santoso yang juga mantan Panglima TNI tersebut juga mengatakan Sandiaga melakukan kampanye perdana di Sragen. Sedangkan Prabowo berkampanye di Manado dan Makassar.

"Saya sebagai Ketua BPN Prabowo-Sandiaga mendapat jatah di Solo. Suara Jateng Insya Allah ada peningkatkan dari paslon Prabowo-Sandiaga. Suara di Sulawesi Selatan bisa masuk paslon 02, tetapi di Sragen perlu perjuangan medannya berat," tutur Djoko.

Djoko mengklaim suara di Jawa Barat sudah dimenangkan oleh pasangan calon 02, sedangkan Jateng jika bisa sama-sama kuat. "Jabar 02 menang, saya akan pertahanan suara di Jabar, dan saya akan rebut Jawa Tengah. Jika Jateng dan Jatim kedua paslon sama-sama kuat sudah menang 02," klaimnya.

Menyinggung soal strategi, Djoko mengatakan strategi umum dari BPN Prabowo-Sandiaga sudah diturukan ke daerah, dan mereka bisa mengembangkan sendiri sesuai kondisi wilayahnya masing-masing.

Pasangan calon 02, kata dia, sebanyak 12 provinsi yang belum dikuasai Prabowo-Sandiaga antara lain dua wilayah di Papua, Ambon, Nusa Tenggara Timur (NTT), Bali, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Lampung, Jateng, dan Jatim.

"Namun, kami tidak memaksakan diri, dan tetap berdoa hasilnya kami serahkan kepada Tuhan. Jangan sampai hanya karena Pemilu terjadi konflik," ujarnya.

Bangsa ini, kata dia, diperjuangkan oleh para pendahulu untuk bersatu selama ratusan tahun. Dengan bersatu Indonesia bisa merdeka, dan dengan bersatu bangsa ini bisa apa saja.

"Saya berpengalaman, bagaimana konflik-konflik di Indonesia selama saya menjadi anggota TNI yang sering ditugaskan memisah orang berkelahi seperti di Ambon dan Maluku menyedihkan," katanya.

Sumber : Antara

Kolom 12 hours ago

MGMP Reborn