Mahasiswi Jogja Minta Dijadikan Istri Kedua Sandiaga Uno

Sandiaga Uno. - Antara/Sigid Kurniawan
24 Maret 2019 10:30 WIB Newswire Nasional Share :

Solopos.com, SLEMAN--Seorang perempuan di Yogyakarta bernama Vincencia Tiffany, membuat gempar saat sesi peluncuran Rumah Siap Kerja yang dihadiri Cawapres Nomor urut 02 Sandiaga Uno di Sleman, Sabtu (23/03/2019). Mahasiswi berusia 20 tahun ini mengaku ingin menjadi istri kedua mantan pengusaha tersebut.

"Boleh enggak pak, kalau saya jadi istri kedua bapak?" tanya Tiffany dalam sesi tanya jawab.

Awalnya, Tiffany mengajukan pertanyaan lain kepada Sandiaga. Ia meminta saran bagaimana caranya para pemuda milenial bisa mengembangkan usaha jamu di masa revolusi industri 4.0. Setelah mengajukan pertanyaan tersebut, Tiffany menambah satu pertanyaan lagi. "Pak, sebentar. Saya boleh enggak nanya lagi. Tapi dijawab dengan jujur ya Pak ya," katanya.

Sandiaga pun menjawab, "Ya semuanya juga dijawab dengan jujur ya bu ya," kata Sandi.

Pertanyaan yang diajukan Tiffany membuat para pendaftar program Rumah Siap Kerja dan OK OCE 4.0 yang hadir terkejut, kemudian tertawa. Sandiaga pun ikut tertawa.

Tak lama kemudian, Sandiaga menjawab pertanyaan tersebut. Sembari tertawa, ia mengatakan,

"Dari pada bermasalah di rumah, dari pada bengep nanti pulang," ujar dia.

Belum selesai jawaban tersebut diajukan, Tiffany menyela, "Nanti di rumah saya gapapa kok, pak," kata dia.

"Dari pada dipukul sama emak Nur. Tiba-tiba disuruh, dikunciin enggak boleh masuk lagi ke rumah, dipukulin pakai gagang sapu, Tiffany, terima kasih pertanyaannya. Yang kedua lebih baik tidak saya jawab," kata Sandiaga lagi.

Beralih ke pertanyaan pertama, Sandiaga mengatakan pertanyaan Tiffany sangat relevan. Menurut Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu, anak muda harus mendalami apa yang menjadi potensi mereka, salah satunya untuk mengembangkan bisnis minuman dan obat herbal.

Ia mengatakan, bisnis jamu dan obat herbal kini sedang berkembang. Hal ini sesuai dengan misi Prabowo-Sandi untuk mendorong upaya peningkatan kesehatan yang promotif dan preventif. Salah satunya dengan mengonsumsi jamu dan obat herbal.

Dalam era Revolusi Industri 4.0, jamu dapat dijual secara tradisional maupun virtual. Namun, perlu perbaikan dalam pengemasan dan pemasaran.

Para peserta yang hadir tampak tak begitu tertarik dengan jawaban Sandiaga. Ia pun berkata, "Ah, semua masih mikirin pertanyaan keduanya dari Tiffany. Enggak ada yang tertarik dengan jawaban yang pertama saya. betul enggak? Dijawab enggak ya?" kata Sandiaga.

Ia pun menutup sesi tanya jawab dengan Tiffany sambil kembali mengucapkan terima kasih.

Sumber : Suara.com